Peringatan Keras Ali Khamenei ke AS, Singgung Senjata yang Bisa Tenggelamkan Kapal Induk
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) soal pengerahan kapal induk.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei memberikan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
- Dalam pernyataannya, Khamenei menyinggung soal senjata yang dapat menenggelamkan kapal induk ke dasar laut.
- Ia mengatakan bahwa Trump sering mengklaim negaranya memiliki militer terkuat di dunia.
TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS).
Peringatan keras ini dilontarkan Ali Khamenei setelah AS mengerahkan kapal induk kedua ke wilayah Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Ali Khamenei menyinggung soal senjata yang dapat menenggelamkan kapal induk ke dasar laut.
"Tentu saja, kapal induk adalah mesin yang berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya daripada itu adalah senjata yang mampu menenggelamkannya ke dasar laut," kata Khamenei, mengutip IRNA.
Ia mengatakan bahwa Presiden AS, Donald Trump sering mengklaim negaranya memiliki militer terkuat di dunia.
Tentara terkuat, kata Khamenei, terkadang dapat dihantam begitu keras sehingga tak dapat bangkit kembali.
Dia memperingatkan bahwa provokasi militer dan media AS tidak akan berhasil.
Khamenei menegaskan bahwa militer dan badan keamanan Iran sepenuhnya siap.
Ketidakmampuan AS dalam menghancurkan Republik Islam selama 47 tahun terakhir, kata Khamenei, merupakan pengakuan yang baik.
Pemimpin Tertinggi itu pun mengatakan bahwa pernyataan mengancam Trump menunjukkan keinginan AS untuk mendominasi bangsa Iran.
Dia menambahkan bahwa rakyat Iran sangat memahami nilai-nilai Islam dan tahu kapan serta apa yang harus dilakukan.
Baca juga: AS Kirim 50 Jet Tempur ke Timur Tengah, Iran Ditekan di Tengah Kebuntuan Nuklir
Ia juga mengecam campur tangan AS dalam pertahanan Iran, program rudal, dan aktivitas nuklir damai, menyebutnya tidak logis dan tidak sah.
Menekankan hak bangsa Iran untuk memiliki kemampuan pencegahan, ia mengkritik hasil yang telah ditentukan sebelumnya dalam negosiasi yang diusulkan, menyebut pendekatan tersebut bodoh dan pasti akan gagal.
Iran Gelar Latihan Militer Bersama Rusia
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, Iran dan Rusia dilaporkan akan segera menggelar latihan militer angkatan laut bersama.
Latihan perang ini dilakukan setelah Iran menunjukkan nada optimis menyusul putaran kedua negosiasi yang dimediasi Oman di Jenewa pada hari Selasa.
Baca tanpa iklan