Pejabat AS: Serangan Militer ke Iran Paling Cepat Dilakukan Hari Sabtu Lusa
Serangan militer Amerika Serikat ke Iran sepertinya tinggal menghitung hari. Media AS memprediksi serangan terjadi Sabtu lusa.
Penulis:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Situasi di Timur Tengah semakin tegang setelah laporan CBS News menyebut militer Amerika Serikat siap melakukan serangan terhadap Iran dalam waktu dekat, kemungkinan pada Sabtu atau awal pekan depan.
- Presiden Donald Trump dikabarkan belum membuat keputusan final.
- Namun diskusi dengan pejabat keamanan nasional digambarkan dinamis dan berkelanjutan, mempertimbangkan risiko eskalasi serta konsekuensi politik dan militer.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Serangan militer Amerika Serikat ke Iran sepertinya tinggal menghitung hari.
Para pejabat keamanan nasional negara tersebut telah memberi tahu Presiden Trump bahwa militer siap untuk melakukan serangan terhadap Iran secepatnya pada hari Sabtu lusa, meski bisa juga awal pekan depan.
Informasi ini diungkap kantor berita CBS News berdasarkan sumber mereka yang mengetahui diskusi pejabat militer AS dengan Donald Trump.
CBS News adalah jaringan berita milik CBS (Columbia Broadcasting System), salah satu stasiun televisi besar di Amerika Serikat yang berada di bawah naungan Paramount Global.
CBS News dikenal sebagai sumber berita nasional dan internasional dengan liputan mendalam, siaran langsung, serta program berita harian seperti CBS Evening News, CBS Mornings, dan 60 Minutes.
Masih menurut laporan tersebut, Trump belum membuat keputusan akhir tentang apakah akan menyerang, kata para pejabat yang berbicara kepada CBS dengan syarat anonim.
Percakapan tersebut digambarkan sebagai dinamis dan berkelanjutan, karena Gedung Putih mempertimbangkan risiko eskalasi dan konsekuensi politik dan militer dari pengekangan.
Sebagai langkah antisipasi, Pentagon mulai melakukan pergeseran personel dari Timur Tengah menuju Eropa atau kembali ke Amerika Serikat dalam tiga hari ke depan.
Langkah ini merupakan prosedur standar militer untuk melindungi aset dari potensi serangan balasan Teheran jika operasi benar-benar diluncurkan.
Dihubungi oleh CBS News pada Rabu sore, juru bicara Pentagon mengatakan mereka tidak memiliki informasi untuk diberikan.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio berencana mengunjungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam waktu sekitar dua minggu untuk diskusi lebih lanjut, menurut salah satu sumber.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada konferensi pers Gedung Putih pada hari Rabu bahwa ada "banyak alasan dan argumen yang dapat diajukan untuk serangan terhadap Iran" tetapi diplomasi selalu menjadi pilihan pertama presiden.
Dia menolak untuk membahas apakah potensi serangan akan dikoordinasikan dengan Israel.
Kapal Induk Gerald Fold
Di tengah situasi yang kian tak pasti, Kelompok tempur kapal induk (carrier strike group/CSG) USS Gerald R. Ford dilaporkan tengah menuju Timur Tengah untuk ditempatkan di sekitar Iran.
Baca tanpa iklan