Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rusia-Iran Makin 'Lengket' di Tengah Ancaman Perang, Moskow Peringatkan AS Jangan Gegabah

Rusia dan Iran memperluas kerjasama di berbagai sektor. Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menyebut kerjasama itu melampaui batas sebelumnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Rusia-Iran Makin 'Lengket' di Tengah Ancaman Perang, Moskow Peringatkan AS Jangan Gegabah
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
IBU KOTA IRAN - Bendera Iran di ibu kota mereka, Teheran. Dalam beberapa pekan terakhir, Iran diguncang gelombang demonstrasi atas krisis multisektor yang terjadi di negara tersebut, mendorong aparat pemerintah melakukan aksi represif yang berujung ancaman Amerika Serikat (AS) untuk turun tangan dengan menyerang pemerintah Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Iran dan Rusia resmi memperluas kerja sama pertahanan dan militer ke level yang jauh lebih strategis, mulai dari sektor energi nuklir hingga ekonomi
  • Di sektor energi nuklir, Iran dan Rusia meneken nota kesepahaman senilai US$ 25 miliar atau sekitar Rp 390 triliun
  • Iran, menurut Moskow, saat ini jauh lebih siap menghadapi serangan dibanding periode sebelumnya

 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah kepungan sanksi Barat dan memanasnya tensi di Timur Tengah, hubungan antara Rusia dan Iran kini bukan sekadar diplomasi biasa.

Kedua negara resmi memperluas kerja sama pertahanan dan militer ke level yang jauh lebih strategis, sebuah langkah yang secara terang-terangan menantang dominasi Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, mengungkapkan bahwa kolaborasi kedua negara kini telah mengambil dimensi yang sangat luas.

Tidak hanya terbatas pada pertukaran informasi, tetapi juga mencakup latihan militer gabungan skala besar yang terkadang melibatkan kekuatan global lainnya, seperti China.

“Kerja sama militer dan pertahanan kami hari ini telah melampaui batas-batas sebelumnya,” ujar Jalali.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga menambahkan bahwa di sektor energi nuklir, kedua negara telah meneken nota kesepahaman senilai US$ 25 miliar (sekitar Rp 390 triliun) yang menjadi tulang punggung baru kekuatan strategis mereka.

Sentimen serupa dipertegas oleh Duta Besar Rusia untuk Teheran, Alexey Dedov.

Baca juga: CENTCOM AS Pamer F-18 Mendarat di Kapal Induk Abraham Lincoln, Israel Beri Sinyal Serangan ke Iran 

Dedov mengecam kebijakan Amerika Serikat dan Israel yang disebutnya sebagai "kebijakan destruktif". 

Menurutnya, Barat telah menanam "bom waktu" di Timur Tengah yang sewaktu-waktu bisa meledak.

Dedov memberikan peringatan keras kepada Washington dan Tel Aviv agar tidak melakukan tindakan gegabah. Ia menegaskan bahwa setiap agresi atau serangan militer terhadap Iran akan memicu efek domino yang sangat mengerikan.

“Setiap agresi terhadap Iran akan memicu konsekuensi yang tidak terduga dan menghancurkan bagi Asia Barat dan wilayah di sekitarnya,” tegas Dedov dalam wawancaranya dengan RT.

Ia juga menyoroti bahwa Iran saat ini jauh lebih siap menghadapi serangan dibanding periode sebelumnya, termasuk saat fasilitas nuklirnya menjadi sasaran serangan pada Juni 2025. 

Moskow secara tegas menolak segala bentuk intervensi asing yang melanggar kedaulatan Iran.

Selain kekuatan senjata, perluasan kerjasama Rusia-Iran ini juga diperkuat oleh sektor ekonomi. Rusia kini tercatat sebagai investor asing terbesar bagi Iran, terutama di ladang-ladang minyak.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas