Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Trump Pertimbangkan Serangan Militer Terbatas ke Iran, Siapa yang Beri Masukan?

Donald Trump mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran. Pemerintahannya masih menimbang opsi militer dan diplomasi.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran.
  • Pemerintahannya masih menimbang opsi militer dan diplomasi.
  • Negosiasi nuklir kedua negara belum menghasilkan kesepakatan final.


TRIBUNNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran, seiring peningkatan kehadiran militer AS di kawasan tersebut.

“Saya kira saya bisa mengatakan saya sedang mempertimbangkannya,” kata Trump ketika seorang reporter bertanya kepadanya pada Jumat (20/2/2026) apakah ia mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran.

Sebelumnya pada Kamis, CBS News melaporkan bahwa Trump belum membuat keputusan akhir mengenai kemungkinan serangan tersebut.

Pekan ini, Trump mengatakan Iran hanya memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya.

Ia memperingatkan akan ada konsekuensi serius jika kesepakatan itu tidak tercapai.

“Sekaranglah saatnya bagi Iran untuk bergabung dengan kita di jalan yang akan melengkapi apa yang sedang kita lakukan,” kata Trump pada Kamis dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian yang juga membahas keamanan di Gaza.

Rekomendasi Untuk Anda

“Jika mereka bergabung dengan kita, itu akan bagus. Jika mereka tidak bergabung, itu juga akan bagus. Namun, jalannya akan sangat berbeda,” ujarnya.

“Mereka tidak dapat terus mengancam stabilitas seluruh kawasan dan harus membuat kesepakatan. Jika itu tidak terjadi, hal-hal buruk akan terjadi,” tambah Trump.

AMERIKA VS IRAN - Tangkap layar YouTube The White House memperlihatkan Presiden AS Donald Trump melakukan konferensi singkat di Air Force One sebelum kembali ke AS dari pertemuan WEF di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
AMERIKA VS IRAN - Tangkap layar YouTube The White House memperlihatkan Presiden AS Donald Trump melakukan konferensi singkat di Air Force One sebelum kembali ke AS dari pertemuan WEF di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (Tangkap layar YouTube The White House)

Baca juga: Peta Peningkatan Kekuatan Militer AS di Timur Tengah, Iran Bentengi Situs Militernya

Siapa yang Memberi Masukan kepada Trump?

Di dalam pemerintahan Trump terdapat berbagai faksi yang memberikan masukan terkait opsi serangan terhadap Iran.

Mengutip CBS News, seorang sekutu Trump yang enggan disebutkan namanya menyebut pertimbangan internal bukan berupa perdebatan ideologis, melainkan rangkaian pembaruan informasi kepada presiden.

Trump merespons setiap pengarahan dan perkembangan situasi, sementara arah keputusannya masih belum pasti.

Sekutu tersebut menyebut menantu presiden, Jared Kushner, sebagai figur kunci dalam membantu menyusun kerangka kesepakatan diplomatik potensial.

Ia juga menyebut pejabat tinggi lain, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, sebagai bagian dari lingkaran penasihat jika serangan militer terjadi dalam beberapa hari atau minggu mendatang.

Para pejabat keamanan nasional mengatakan militer dapat siap menyerang Iran paling cepat Sabtu (21/2/2026).

Namun, jangka waktu tindakan kemungkinan akan melampaui akhir pekan ini.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas