Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Iran Tuduh AS Sebarkan Kebohongan Besar setelah Pidato Kenegaraan Donald Trump

Iran menuduh Amerika Serikat menyebarkan kebohongan besar terkait program nuklir dan jumlah korban demonstrasi.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Iran menuduh Amerika Serikat menyebarkan kebohongan besar terkait program nuklir dan jumlah korban demonstrasi. 
  • Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tuduhan Trump sebagai kampanye disinformasi. 
  • Trump dalam pidato kenegaraannya menegaskan Iran sedang mengejar ambisi jahat nuklir tanpa memberikan bukti.

 

TRIBUNNEWS.COM – Iran menuduh Amerika Serikat menyebarkan kebohongan besar terkait program nuklir Iran dan aksi demonstrasi pada Januari lalu, yang menurut beberapa perkiraan, menewaskan puluhan ribu demonstran.

Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengklaim AS telah terlibat dalam kampanye disinformasi dan misinformasi terhadap Iran.

“Apa pun yang mereka tuduhkan terkait program nuklir Iran, rudal balistik Iran, dan jumlah korban selama kerusuhan Januari hanyalah pengulangan ‘kebohongan besar’,” kata Esmail Baghaei pada Rabu (25/2/2026) dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial, mengutip TIME.

“Para pembohong profesional pandai menciptakan ‘ilusi kebenaran’.”

Komentar Baghaei muncul setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Iran kembali menjalankan ambisi jahat terkait persenjataan nuklir, dalam pidato kenegaraannya pada Selasa malam waktu setempat.

Rekomendasi Untuk Anda

“Mereka telah diperingatkan untuk tidak melakukan upaya di masa depan guna membangun kembali program senjata mereka, khususnya senjata nuklir. Mereka ingin memulai semuanya dari awal lagi dan saat ini sedang mengejar ambisi jahat mereka,” klaim Trump.

Trump tidak memberikan bukti apa pun terkait pernyataannya tersebut dan juga tidak menjelaskan mengapa AS beranggapan Iran telah berupaya memulai kembali program senjata nuklirnya.

JUBIR KEMENLU IRAN - Tangkapan layar akun @IRIMFA_SPOX, Selasa (24/6/2025). Pada 24 Juni 2025, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan serangan rudal terhadap pangkalan Amerika Serikat (AS) di Al Udeid, Qatar, merupakan respons yang sah berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.
JUBIR KEMENLU IRAN - Tangkapan layar akun @IRIMFA_SPOX, Selasa (24/6/2025).(X/@IRIMFA_SPOX)

Dengan menyebut Iran sebagai ancaman langsung, Trump melanjutkan:

“Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kami di luar negeri, dan mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat.”

Trump tampaknya mengindikasikan bahwa AS akan mempertimbangkan tindakan militer jika Iran tidak meninggalkan ambisi tersebut.

Baru-baru ini, Trump meningkatkan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah.

“Kami sedang bernegosiasi dengan mereka [Iran]. Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kami belum mendengar kata-kata rahasia itu, ‘Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,’” kata Trump.

“Tidak ada negara yang boleh meragukan tekad Amerika. Kami memiliki militer terkuat di dunia.”

Baca juga: Hitung Mundur Negosiasi Iran-AS, Jerman-Australia Minta Warganya di Israel dan Lebanon Segera Pergi

Pada Juni tahun lalu, AS bergabung dengan Israel dalam melancarkan serangan terhadap tiga situs nuklir utama Iran, suatu tindakan yang menurut Trump telah sepenuhnya menghancurkan fasilitas yang ditargetkan.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas