Iran Tuduh AS Sebarkan Kebohongan Besar setelah Pidato Kenegaraan Donald Trump
Iran menuduh Amerika Serikat menyebarkan kebohongan besar terkait program nuklir dan jumlah korban demonstrasi.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Iran menuduh Amerika Serikat menyebarkan kebohongan besar terkait program nuklir dan jumlah korban demonstrasi.
- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tuduhan Trump sebagai kampanye disinformasi.
- Trump dalam pidato kenegaraannya menegaskan Iran sedang mengejar ambisi jahat nuklir tanpa memberikan bukti.
TRIBUNNEWS.COM – Iran menuduh Amerika Serikat menyebarkan kebohongan besar terkait program nuklir Iran dan aksi demonstrasi pada Januari lalu, yang menurut beberapa perkiraan, menewaskan puluhan ribu demonstran.
Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengklaim AS telah terlibat dalam kampanye disinformasi dan misinformasi terhadap Iran.
“Apa pun yang mereka tuduhkan terkait program nuklir Iran, rudal balistik Iran, dan jumlah korban selama kerusuhan Januari hanyalah pengulangan ‘kebohongan besar’,” kata Esmail Baghaei pada Rabu (25/2/2026) dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial, mengutip TIME.
“Para pembohong profesional pandai menciptakan ‘ilusi kebenaran’.”
Komentar Baghaei muncul setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Iran kembali menjalankan ambisi jahat terkait persenjataan nuklir, dalam pidato kenegaraannya pada Selasa malam waktu setempat.
“Mereka telah diperingatkan untuk tidak melakukan upaya di masa depan guna membangun kembali program senjata mereka, khususnya senjata nuklir. Mereka ingin memulai semuanya dari awal lagi dan saat ini sedang mengejar ambisi jahat mereka,” klaim Trump.
Trump tidak memberikan bukti apa pun terkait pernyataannya tersebut dan juga tidak menjelaskan mengapa AS beranggapan Iran telah berupaya memulai kembali program senjata nuklirnya.
Dengan menyebut Iran sebagai ancaman langsung, Trump melanjutkan:
“Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kami di luar negeri, dan mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat.”
Trump tampaknya mengindikasikan bahwa AS akan mempertimbangkan tindakan militer jika Iran tidak meninggalkan ambisi tersebut.
Baru-baru ini, Trump meningkatkan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah.
“Kami sedang bernegosiasi dengan mereka [Iran]. Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kami belum mendengar kata-kata rahasia itu, ‘Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,’” kata Trump.
“Tidak ada negara yang boleh meragukan tekad Amerika. Kami memiliki militer terkuat di dunia.”
Baca juga: Hitung Mundur Negosiasi Iran-AS, Jerman-Australia Minta Warganya di Israel dan Lebanon Segera Pergi
Pada Juni tahun lalu, AS bergabung dengan Israel dalam melancarkan serangan terhadap tiga situs nuklir utama Iran, suatu tindakan yang menurut Trump telah sepenuhnya menghancurkan fasilitas yang ditargetkan.
Baca tanpa iklan