Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Mode Siap Tempur, Komandan CENTCOM Sudah Siapkan Opsi untuk Serang Iran

Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper memberikan pengarahan kepada Donald Trump soal serangan ke Iran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Kedua pihak telah berselisih mengenai isu-isu penting, termasuk pengayaan uranium dan rudal.

Washington telah berulang kali menekankan bahwa mereka tidak akan menerima pengayaan nuklir apa pun yang terjadi di wilayah Iran, bahkan pada tingkat penggunaan sipil yang disepakati selama kesepakatan nuklir 2015 yang disetujui Iran dengan kekuatan dunia.

Trump secara sepihak meninggalkan kesepakatan itu pada tahun 2018.

Menjelang perundingan Jenewa, para pejabat AS semakin fokus pada program rudal balistik Iran.

Mereka mengatakan rudal-rudal tersebut mengancam pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah serta Israel.

Iran menolak untuk membahas senjata konvensionalnya.

Baca juga: Tunggu Perintah Trump, Unit Drone Kamikaze Pertama Pentagon Siap untuk Serangan ke Iran

Para pejabat Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, telah berulang kali mengatakan mereka tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat berbicara dengan para pejabat setempat selama kunjungan ke provinsi tersebut, Pezeshkian juga menanggapi pernyataan Trump soal Iran adalah "sponsor teror nomor satu di dunia".

Pezeshkian mengatakan sejumlah pejabat Iran dan ilmuwan nuklir telah dibunuh selama beberapa dekade, terutama setelah revolusi Islam tahun 1979 di negara itu.

"Jika kenyataan dilihat secara adil, akan menjadi jelas bahwa Iran bukan hanya bukan pendukung terorisme, tetapi salah satu korban utama teror di kawasan ini dan di seluruh dunia," kata Pezeshkian.

Kantor berita IRNA milik pemerintah Iran mengatakan bahwa proposal Teheran diharapkan dapat mengukur "keseriusan" AS dalam pembicaraan, karena berisi tawaran "saling menguntungkan".

Para pejabat Iran belum secara terbuka membahas semua detail proposal mereka.

Tetapi diyakini proposal tersebut mencakup pengenceran sebagian uranium yang diperkaya 60 persen milik negara itu dan menyimpan uranium tersebut di dalam negeri.

Otoritas Iran membayangkan hal itu dapat dipadukan dengan peluang ekonomi bagi AS yang terkait dengan minyak dan gas Iran serta pembelian pesawat terbang.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas