Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Akan Buka Front Baru jika AS Lanjutkan Perang, Teheran Siap Beri Kejutan

Iran akan membuka "Front Baru" jika AS melanjutkan perang. Menlu Iran menegaskan Teheran siap memberi kejutan di lapangan jika perang berlanjut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Iran Akan Buka Front Baru jika AS Lanjutkan Perang, Teheran Siap Beri Kejutan
Tangkapan Layar PressTV
RUDAL IRAN - Peluncuran rudal balistik Qassem-Basir milik Iran. Pada 19 Mei 2026, militer Iran mengatakan akan membuka "Front Baru" jika AS melanjutkan perang. Menlu Iran menegaskan Teheran siap memberi kejutan di lapangan jika perang berlanjut. 

Ringkasan Berita:
  • Iran mengancam akan membuka “front baru” jika Amerika Serikat kembali melanjutkan serangan militernya.
  • Juru bicara militer Iran Mohammad Akrami Nia mengatakan Teheran telah memperkuat kemampuan tempur selama masa gencatan senjata dan siap menggunakan “metode baru” dalam perang.
  • Menlu Iran Seyyed Abbas Araghchi juga memperingatkan akan ada “banyak kejutan” jika konflik kembali pecah.
  • Ancaman itu muncul setelah Trump menyatakan AS siap melancarkan serangan besar kapan saja bila negosiasi gagal.

TRIBUNNEWS.COM - Iran memperingatkan akan membuka “front baru” terhadap Amerika Serikat (AS) jika Washington kembali melanjutkan serangan militernya ke wilayah Republik Islam tersebut.

Ancaman itu disampaikan juru bicara militer Iran, Mohammad Akrami Nia, di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan siap melancarkan serangan baru apabila negosiasi nuklir gagal mencapai kesepakatan.

Dalam pernyataannya yang dikutip Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA), Akrami Nia menegaskan bahwa militer Iran telah memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memperkuat kemampuan tempurnya.

“Jika musuh cukup gegabah untuk kembali melancarkan agresi terhadap negara kami, kami akan membuka front baru melawan mereka dan menggunakan peralatan serta metode baru,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Ia juga menekankan bahwa Iran tidak berada dalam posisi lemah meski perang sebelumnya menimbulkan kerusakan besar.

Menurutnya, angkatan bersenjata Iran tetap menguasai situasi strategis di Selat Hormuz dan kondisi di jalur vital perdagangan minyak dunia itu “tidak akan pernah kembali seperti sebelumnya.”

Menlu Iran: Akan Ada Banyak Kejutan jika Kembali Berperang 

Rekomendasi Untuk Anda

Menteri Luar Negeri Seyyed Abbas Araghchi mengatakan akan ada banyak kejutan di medan perang jika AS memilih untuk melanjutkan perangnya.

"Yakinlah bahwa kembalinya ke medan perang akan disertai dengan lebih banyak kejutan," kata Araghchi dalam sebuah pesan yang dipublikasikan di jejaring sosial X, Selasa.

"Beberapa bulan setelah dimulainya perang melawan Iran, Kongres AS mengakui hancurnya puluhan pesawat senilai miliaran dolar," lanjutnya.

Baca juga: Jika Negosiasi Gagal, Trump: AS Mungkin Akan Serang Iran dalam 2-3 Hari

Araghchi mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran adalah kekuatan pertama di dunia yang menembak jatuh jet tempur F-35 milik AS yang terkenal canggih.

Ia mengindikasikan bahwa Iran memiliki pengetahuan untuk menembak kendaraan atau menargetkan militer AS.

Menteri tersebut menegaskan Teheran mampu memberi kejutan baru seperti ketika militer Iran menembak jatuh jet tempur F-35 milik AS.

"Dengan apa yang kita pelajari dan pengetahuan tersebut, yakinlah bahwa kembali berperang akan disertai banyak kejutan," tegasnya, lapor Tasnim.

Trump Mungkin akan Kembali Serang Iran

Pernyataan tersebut muncul setelah Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat hanya menunda, bukan membatalkan, rencana serangan baru terhadap Iran.

Trump menyebut Washington siap melancarkan “serangan skala penuh dan komprehensif kapan saja” apabila Teheran tidak menerima kesepakatan yang dianggap memadai oleh AS.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas