Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Akan Buka Front Baru jika AS Lanjutkan Perang, Teheran Siap Beri Kejutan

Iran akan membuka "Front Baru" jika AS melanjutkan perang. Menlu Iran menegaskan Teheran siap memberi kejutan di lapangan jika perang berlanjut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Iran Akan Buka Front Baru jika AS Lanjutkan Perang, Teheran Siap Beri Kejutan
Tangkapan Layar PressTV
RUDAL IRAN - Peluncuran rudal balistik Qassem-Basir milik Iran. Pada 19 Mei 2026, militer Iran mengatakan akan membuka "Front Baru" jika AS melanjutkan perang. Menlu Iran menegaskan Teheran siap memberi kejutan di lapangan jika perang berlanjut. 

Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan negaranya siap menghadapi kemungkinan eskalasi baru.

“Iran bersatu dan siap menghadapi serangan militer apa pun. Bagi kami, menyerah tidak ada artinya. Kami akan menang atau binasa,” tulisnya di platform X, Selasa.

AS Mencari Alasan atas Serangan Mematikan di Sekolah Iran

Ketegangan juga diperparah oleh tuduhan Iran terhadap militer Amerika Serikat terkait serangan terhadap sebuah sekolah di Minab pada 28 Februari lalu, hari dimulainya agresi AS bersama Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, membantah klaim Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyebut sebuah sekolah di Minab berada dekat pusat rudal Iran.

Menurut Baghaei, tuduhan itu merupakan upaya menutupi fakta bahwa serangan tersebut menewaskan lebih dari 170 siswa dan guru.

“Klaim CENTCOM sama sekali tidak berdasar dan menyesatkan. Ini adalah upaya nyata untuk menyembunyikan sifat sebenarnya dari serangan rudal yang menyebabkan pembantaian siswa dan guru,” kata Baghaei, Selasa.

Latar Belakang Perang AS-Israel Vs Iran

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai meledak pada 28 Februari 2026 setelah Washington bersama Tel Aviv melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas penting milik Iran. Serangan itu terjadi hanya dua hari setelah perundingan nuklir di Jenewa gagal mencapai kesepakatan baru mengenai program nuklir Teheran.

Rekomendasi Untuk Anda

Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran tengah mengembangkan senjata nuklir. Namun, pemerintah Iran membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklir mereka hanya ditujukan untuk kebutuhan energi dan riset sipil.

Situasi semakin memanas setelah serangan awal dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Kepemimpinan Iran kemudian diteruskan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Teheran juga menghentikan negosiasi nuklir serta memperketat blokade di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia. Kebijakan itu memicu gangguan pasokan energi global dan menyebabkan harga minyak internasional melonjak.

Setelah hampir 40 hari konflik berlangsung, kedua pihak akhirnya menyepakati gencatan senjata sementara pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan.

Di tengah situasi yang masih tegang, Amerika Serikat sempat menjalankan operasi militer bertajuk “Project Freedom” di Selat Hormuz. Namun, operasi tersebut kemudian dihentikan sementara guna memberi kesempatan bagi penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Meski begitu, proses negosiasi kembali tersendat pada 10–11 Mei setelah Iran menolak proposal terbaru dari pemerintahan Donald Trump. Salah satu isu utama yang diperdebatkan ialah tuntutan Amerika Serikat dan Israel agar cadangan uranium Iran dipindahkan ke luar negeri.

Iran menolak syarat tersebut karena dianggap mencederai kedaulatan nasionalnya. Hingga saat ini, pembicaraan damai masih berlangsung alot lantaran masing-masing pihak tetap mempertahankan posisinya.

Sementara itu, setelah pertemuan Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di China pada Kamis lalu, Trump menyatakan bahwa Xi mendukung upaya pencegahan Iran memiliki senjata nuklir, menolak militerisasi di Selat Hormuz, serta sepakat untuk tidak memasok peralatan militer kepada Iran, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas