Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Yuan Menguat Terlalu Tajam, China Dorong Warganya Mulai Borong Dolar AS

Keputusan ini muncul setelah yuan menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir terhadap dolar AS pada Kamis lalu

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Yuan Menguat Terlalu Tajam, China Dorong Warganya Mulai Borong Dolar AS
Tribunnews/Jeprima
NILAI TUKAR DOLAR - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta Pusat, Senin, (8/4/2025). ank sentral China (PBOC) mulai mengambil langkah tegas untuk mengendalikan penguatan nilai tukar yuan yang naik terlalu cepat pada Jumat ini (27/2/2026) dengan menghapus persyaratan cadangan risiko untuk kontrak berjangka valuta asing (forex forward contracts). Kebijakan ini diprediksi akan mendorong pembelian dolar AS oleh warga China di saat para eksportir mulai merasakan dampak negatif dari penguatan mata uang lokal Yuan yang terlalu tajam.Tribunnews/Jeprima 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah China melalui PBOC menghapus persyaratan cadangan risiko 20 persen pada kontrak berjangka valas untuk mengerem penguatan nilai tukar Yuan yang terlalu tajam terhadap Dolar AS
  • Penguatan Yuan yang mencapai lebih dari 7 persen sejak April lalu memukul sektor ekspor China, karena pendapatan mereka yang berbasis Dolar nilainya menurun saat dikonversi.
  • Sejumlah perusahaan besar, seperti Beijing Ultrapower Software dan Ninebot, melaporkan penurunan laba hingga 31 persen akibat kerugian selisih kurs.

 

TRIBUNNEWS.COM - Bank sentral China (PBOC) mulai mengambil langkah tegas untuk mengendalikan penguatan nilai tukar yuan yang naik terlalu cepat pada Jumat ini (27/2/2026).

Langkah tersebut dilakukan dengan menghapus persyaratan cadangan risiko untuk kontrak berjangka valuta asing (forex forward contracts).

Kebijakan ini diprediksi akan mendorong pembelian dolar AS oleh warga China di saat para eksportir mulai merasakan dampak negatif dari penguatan mata uang lokal Yuan yang terlalu tajam.

Keputusan ini muncul setelah yuan menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir terhadap dolar AS pada Kamis (26/2/2025). 

Nilai tukar tersebut sedikit terkoreksi pada hari Jumat ini sehingga reli penguatan yang sebagian besar didorong oleh lonjakan ekspor yang tidak terduga tersebut pada akhirnya terhenti sementara.

Rekomendasi Untuk Anda

Seperti yang dikutip dari Reuters, mata uang China sendiri telah menguat lebih dari 7% terhadap dolar sejak April lalu. 

Berdasarkan data pasar terbaru pada hari ini, Jumat, 27 Februari 2026, nilai tukar mata uang lokal di China berada di kisaran 6,84 Yuan per 1 Dolar AS.

Langkah PBOC ini juga bersamaan dengan penetapan rentang perdagangan mata uang yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Jumat.

"Ini berarti PBOC tengah melakukan intervensi karena apresiasi yuan terlalu cepat," ujar Yuan Tao, seorang analis di Orient Futures.

Namun, ia menambahkan bahwa kebijakan ini hanya akan memperlambat laju penguatan yuan, mengingat dolar AS diperkirakan akan terus melemah.

Upaya Menjaga Keseimbangan Pasar

PBOC sendiri menyatakan akan menghapus persyaratan cadangan sebesar 20% pada kontrak berjangka valas mulai 2 Maret mendatang.

Mereka berjanji untuk menjaga nilai tukar yuan pada "tingkat yang wajar dan seimbang."

Langkah ini dipandang akan membuat para pelaku pasar tidak terlalu terbebani saat mengambil posisi yang berlawanan dengan penguatan yuan.

NILAI TUKAR RUPIAH - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta Pusat, Senin, (8/4/2025). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini dibuka pada posisi Rp 16.850 per Dolar AS atau melemah 1,78 persen. Usai libur Lebaran Idulfitri 1446 H. Ambrolnya rupiah ini disebabkan oleh sejumlah sentimen yang datang dari global, utamanya kebijakan tarif Donald Trump. Tribunnews/Jeprima
NILAI TUKAR RUPIAH - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta Pusat, Senin, (8/4/2025). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini dibuka pada posisi Rp 16.850 per Dolar AS atau melemah 1,78 persen. Usai libur Lebaran Idulfitri 1446 H. Ambrolnya rupiah ini disebabkan oleh sejumlah sentimen yang datang dari global, utamanya kebijakan tarif Donald Trump. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas