Yuan Menguat Terlalu Tajam, China Dorong Warganya Mulai Borong Dolar AS
Keputusan ini muncul setelah yuan menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir terhadap dolar AS pada Kamis lalu
Penulis:
Bobby W
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Pemerintah China melalui PBOC menghapus persyaratan cadangan risiko 20 persen pada kontrak berjangka valas untuk mengerem penguatan nilai tukar Yuan yang terlalu tajam terhadap Dolar AS
- Penguatan Yuan yang mencapai lebih dari 7 persen sejak April lalu memukul sektor ekspor China, karena pendapatan mereka yang berbasis Dolar nilainya menurun saat dikonversi.
- Sejumlah perusahaan besar, seperti Beijing Ultrapower Software dan Ninebot, melaporkan penurunan laba hingga 31 persen akibat kerugian selisih kurs.
TRIBUNNEWS.COM - Bank sentral China (PBOC) mulai mengambil langkah tegas untuk mengendalikan penguatan nilai tukar yuan yang naik terlalu cepat pada Jumat ini (27/2/2026).
Langkah tersebut dilakukan dengan menghapus persyaratan cadangan risiko untuk kontrak berjangka valuta asing (forex forward contracts).
Kebijakan ini diprediksi akan mendorong pembelian dolar AS oleh warga China di saat para eksportir mulai merasakan dampak negatif dari penguatan mata uang lokal Yuan yang terlalu tajam.
Keputusan ini muncul setelah yuan menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir terhadap dolar AS pada Kamis (26/2/2025).
Nilai tukar tersebut sedikit terkoreksi pada hari Jumat ini sehingga reli penguatan yang sebagian besar didorong oleh lonjakan ekspor yang tidak terduga tersebut pada akhirnya terhenti sementara.
Seperti yang dikutip dari Reuters, mata uang China sendiri telah menguat lebih dari 7% terhadap dolar sejak April lalu.
Berdasarkan data pasar terbaru pada hari ini, Jumat, 27 Februari 2026, nilai tukar mata uang lokal di China berada di kisaran 6,84 Yuan per 1 Dolar AS.
Langkah PBOC ini juga bersamaan dengan penetapan rentang perdagangan mata uang yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Jumat.
"Ini berarti PBOC tengah melakukan intervensi karena apresiasi yuan terlalu cepat," ujar Yuan Tao, seorang analis di Orient Futures.
Namun, ia menambahkan bahwa kebijakan ini hanya akan memperlambat laju penguatan yuan, mengingat dolar AS diperkirakan akan terus melemah.
Upaya Menjaga Keseimbangan Pasar
PBOC sendiri menyatakan akan menghapus persyaratan cadangan sebesar 20% pada kontrak berjangka valas mulai 2 Maret mendatang.
Mereka berjanji untuk menjaga nilai tukar yuan pada "tingkat yang wajar dan seimbang."
Langkah ini dipandang akan membuat para pelaku pasar tidak terlalu terbebani saat mengambil posisi yang berlawanan dengan penguatan yuan.
Baca tanpa iklan