Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Badan Atom Dunia: Iran Simpan Uranium Dekati Tingkat Senjata Nuklir di Bawah Tanah Isfahan

Lokasi uranium Iran yang diperkaya hingga 60 persen, tingkat yang mendekati 90 persen yang digunakan dalam produksi senjata.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Badan Atom Dunia: Iran Simpan Uranium Dekati Tingkat Senjata Nuklir di Bawah Tanah Isfahan
Vahid Salemi/AP file/NBC News
Fasilitas konversi uranium Iran di luar kota Isfahan, sekitar 254 mil selatan ibu kota Teheran. 

Badan Atom Dunia: Iran Simpan Uranium Mendekati Tingkat Senjata Nuklir di Bawah Tanah

TRIBUNNEWS.COM - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan sebagian uranium Iran yang sangat diperkaya, mendekati tingkat yang digunakan untuk senjata nuklir, disimpan di area bawah tanah di dalam fasilitas nuklir di Isfahan.

Pernyataan IAEA itu tertuang dalam laporan rahasia yang dikirim ke negara-negara anggota lembaga tersebut pada Jumat (27/2/2026) dan dilihat oleh Reuters.

Baca juga: Ini Senjata-Senjata yang Dibawa AS Buat Serang Iran, Israel Cemas Teheran Aktifkan Skenario Kiamat 

Ini adalah pertama kalinya badan tersebut melaporkan lokasi uranium Iran yang diperkaya hingga 60 persen, tingkat yang mendekati 90 persen yang digunakan dalam produksi senjata.

Para diplomat mengatakan pintu masuk fasilitas tersebut dibom dalam serangan militer AS dan Israel pada bulan Juni, tetapi fasilitas itu sendiri tampaknya sebagian besar tidak rusak.

Iran Bantah Tuduhan AS Soal Pengayaan Uranium Nuklir

Di sisi lain, Iran menuduh Amerika Serikat menyebarkan kebohongan besar terkait program nuklir Iran.

Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengklaim AS telah terlibat dalam kampanye disinformasi dan misinformasi terhadap Iran.

Rekomendasi Untuk Anda

“Apa pun yang mereka tuduhkan terkait program nuklir Iran, rudal balistik Iran, dan jumlah korban selama kerusuhan Januari hanyalah pengulangan ‘kebohongan besar’,” kata Esmail Baghaei pada Rabu (25/2/2026) dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial, mengutip TIME.

“Para pembohong profesional pandai menciptakan ‘ilusi kebenaran’.”

Komentar Baghaei muncul setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Iran kembali menjalankan ambisi jahat terkait persenjataan nuklir, dalam pidato kenegaraannya pada Selasa malam waktu setempat.

“Mereka telah diperingatkan untuk tidak melakukan upaya di masa depan guna membangun kembali program senjata mereka, khususnya senjata nuklir. Mereka ingin memulai semuanya dari awal lagi dan saat ini sedang mengejar ambisi jahat mereka,” klaim Trump.

Trump tidak memberikan bukti apa pun terkait pernyataannya tersebut dan juga tidak menjelaskan mengapa AS beranggapan Iran telah berupaya memulai kembali program senjata nuklirnya.

JUBIR KEMENLU IRAN - Tangkapan layar akun @IRIMFA_SPOX, Selasa (24/6/2025). Pada 24 Juni 2025, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan serangan rudal terhadap pangkalan Amerika Serikat (AS) di Al Udeid, Qatar, merupakan respons yang sah berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.
JUBIR KEMENLU IRAN - Tangkapan layar akun @IRIMFA_SPOX, Selasa (24/6/2025).(X/@IRIMFA_SPOX)

Dengan menyebut Iran sebagai ancaman langsung, Trump melanjutkan:

“Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kami di luar negeri, dan mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat.”

Trump tampaknya mengindikasikan bahwa AS akan mempertimbangkan tindakan militer jika Iran tidak meninggalkan ambisi tersebut.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas