Badan Atom Dunia: Iran Simpan Uranium Dekati Tingkat Senjata Nuklir di Bawah Tanah Isfahan
Lokasi uranium Iran yang diperkaya hingga 60 persen, tingkat yang mendekati 90 persen yang digunakan dalam produksi senjata.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Mengutip spia.princeton.edu, berikut sejumlah hal yang perlu diketahui mengenai konflik tersebut.
1. Mengapa situasi dengan Iran memburuk?
Menurut Daniel C. Kurtzer, profesor kebijakan Timur Tengah di Princeton University, pemerintah AS memiliki tiga alasan atas sikap agresifnya terhadap Iran dan persiapannya untuk kemungkinan serangan militer.
Pertama, terdapat klaim yang belum terbukti bahwa Iran sedang membangun kembali program nuklirnya, yang menurut Trump telah dihancurkan AS dalam Perang 12 Hari pada Juni 2025.
Sejauh ini, pemerintah AS belum memberikan bukti bahwa klaim tersebut benar.
Kedua, AS selalu mengkhawatirkan persenjataan dan pengembangan rudal Iran.
Namun, dalam hal ini pun, bukti yang meyakinkan belum ditemukan.
Ketiga, Trump secara terbuka mendorong para demonstran Iran selama aksi protes mereka dan pada dasarnya menyerukan perubahan rezim.
2. Seperti apa kesepakatan realistis dengan Iran?
Belum ada kesepakatan ideal dengan Iran yang memungkinkan negara itu sepenuhnya menghentikan pengayaan uranium, secara signifikan membatasi kegiatan nuklirnya, mematuhi pembatasan Dewan Keamanan PBB atas program rudalnya, serta mengurangi aktivitas militernya di luar negeri.
Kesepakatan yang mungkin dicapai akan berfokus pada beberapa elemen kunci tersebut, khususnya pembatasan pengayaan secara substansial, ekspor uranium yang telah diperkaya, serta komitmen terkait dukungan terhadap terorisme di luar negeri.
Kesepakatan semacam itu akan sangat mirip dengan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang ditinggalkan Trump pada 2018.
Dalam konteks tersebut, Trump perlu menjelaskan mengapa kesepakatan baru lebih baik daripada JCPOA.
3. Bagaimana peran pengayaan bahan nuklir Iran dalam konflik ini?
JCPOA mengizinkan Iran memperkaya uranium di wilayahnya dengan batasan yang sangat ketat.
Iran meyakini memiliki hak untuk memperkaya uranium, dan hingga AS menarik diri dari JCPOA, Iran tetap mematuhi pembatasan tersebut.
Dengan demikian, desakan Iran untuk tetap melakukan pengayaan di dalam negeri, meskipun terbatas, menjadi hambatan utama dalam upaya mencapai kesepakatan baru.
4. Faktor regional apa yang perlu diperhatikan AS?
Tidak jelas sejauh mana dinamika regional memengaruhi pertimbangan Trump, seperti halnya dalam kebijakan AS terhadap Venezuela dan Ukraina.