Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Update Konflik Iran vs Israel-AS Selasa Pagi: Ledakan di Kedubes AS di Riyadh, Status Selat Hormuz

Ledakan drone menghantam Kedutaan Besar AS di Riyadh dan memicu kebakaran serta kerusakan kecil.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Meski demikian, beberapa analis percaya bahwa penutupan selat tidak akan memengaruhi jalur pelayaran utama Asia-Eropa, karena Teluk berakhir di jalan buntu di pantai Kuwait, Irak, dan Iran.

Namun, selat ini sangat penting bagi seluruh perdagangan regional karena memungkinkan akses ke Pelabuhan Jebel Ali di Dubai, pelabuhan peti kemas terbesar ke-10 di dunia dan pusat redistribusi bagi lebih dari selusin negara di kawasan tersebut.

Israel Bombardir Lebanon

Militer Israel menyatakan dalam unggahan di media sosial pada Selasa pagi bahwa mereka menargetkan fasilitas Hizbullah di ibu kota Lebanon.

“IDF mulai menyerang markas dan gudang senjata organisasi teroris Hizbullah di Beirut. Rincian lebih lanjut akan menyusul,” kata militer Israel dalam unggahan tersebut.

Saluran berita Al-Manar yang berafiliasi dengan Hizbullah melaporkan bahwa Israel menargetkan gedung mereka di Haret Hreik, pinggiran selatan Beirut.

Militer Israel juga mengonfirmasi telah membunuh Adham Adnan al-Othman, yang mereka sebut sebagai komandan Jihad Islam Palestina di Lebanon.

Pengumuman ini muncul setelah Brigade Quds, sayap bersenjata Jihad Islam Palestina, mengatakan bahwa al-Othman tewas pada Senin malam.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut al-Othman telah memegang posisi komandan selama beberapa tahun dan bertanggung jawab atas perencanaan serangan terhadap Israel.

Baru-baru ini ia terus bekerja atas nama kelompok tersebut di Lebanon, termasuk melatih operator, merekrut anggota, dan memperoleh senjata, demikian tuduhan mereka.

Lebanon Larang Aksi Militer Hizbullah

Pemerintah Lebanon mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan melarang aktivitas militer dan keamanan Hizbullah.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, dikutip AFP mengatakan setelah rapat kabinet darurat pada Senin:

"Negara Lebanon menyatakan penolakan mutlak dan tegas terhadap setiap tindakan militer atau keamanan yang diluncurkan dari wilayah Lebanon di luar kerangka lembaga-lembaga yang sah."

"Hal ini mengharuskan pelarangan segera terhadap seluruh aktivitas keamanan dan militer Hizbullah karena dianggap melanggar hukum, serta mewajibkannya menyerahkan senjata."

Hizbullah diwakili di pemerintahan dan parlemen.

Langkah pemerintah ini diambil beberapa jam setelah kelompok militan yang didukung Iran tersebut mengatakan telah menyerang Israel pada Senin pagi sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas