Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Harga Minyak Melonjak 10 Persen, IRGC Iran Blokade Selat Hormuz: Harga Tembus 200 Dolar per Barel?

IRGC menyatakan, blokade Selat Hormuz oleh mereka dan memprediksi kenaikan harga minyak dunia bisa mencapai 200 dolar AS per barel.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Harga Minyak Melonjak 10 Persen, IRGC Iran Blokade Selat Hormuz: Harga Tembus 200 Dolar per Barel?
HO/IST/EPA/Stringer
DIBLOKADE IRAN - Beberapa kapal terlihat berlabuh jangkar karena Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz. Harga minyak dan gas meroket pasca keluarnya ancaman Iran yang akan membakar kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. 

Harga Minyak Melonjak 10 Persen, IRGC Iran Soal Blokade Selat Hormuz: Harga Bisa Tembus 200 Dolar per Barel
  

Ringkasan Berita:
  • Harga minyak dunia melonjak 10 persen setelah serangan AS-Israel terhadap Iran
  • Harga minyak mentah Brent mendekati harga 82 dolar AS per Barel (sekitar Rp 1,3 juta)
  • Kenaikan seiring ancaman Iran membakar tiap kapal tanker yang nekat melintas saat mereka menutup Selat Hormuz, hal yang meningkatkan kekhawatiran pasokan minyak global

 

TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak untuk hari ketiga berturut-turut, seiring dengan meluasnya serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran.

Salah satu ancaman terbesar dari setiap konflik yang melibatkan Iran adalah meluasnya ketegangan ke jalur pelayaran, Selat Hormuz, yang mengangkut seperlima dari pasokan minyak global.

Baca juga: Perang Dunia 3? Memahami Proksi dan Sekutu dalam Perang Timur Tengah Israel-Iran yang Dipimpin AS

Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan, blokade Selat Hormuz oleh mereka dan memprediksi kenaikan harga minyak dunia bisa mencapai 200 dolar AS per barel.
 
“Harga minyak telah mencapai $81/bbl, dan dunia tentu saja menunggu harganya mencapai setidaknya $200. Selat Hormuz tertutup. Para pahlawan kita di Angkatan Laut dan Angkatan Darat Korps Garda Revolusi Iran akan membakar kapal-kapal yang ingin melewati selat ini,” kata penasihat Garda Revolusi Iran (IRGC), Jenderal Ebrahim Jabari di televisi pemerintah.

Kenaikan kumulatif harga minyak mentah setidaknya mencapai 10 persen setelah serangan AS-Israel terhadap Republik Iran.

"Pada Selasa (3/3/2026), harga minyak mentah Brent berjangka diperdagangkan pada $79,85 per barel, naik 2,78 persen, WTI berjangka diperdagangkan pada $73,15 per barel, naik 2,70 persen, dan Murban berjangka diperdagangkan pada $80,41 per barel, naik 2,37 persen dari hari Senin," tulis laporan WN, Selasa.

Rekomendasi Untuk Anda

Brent sempat menyentuh $82,37 per barel pada hari Senin, kemudian turun sebelum pasar tutup.

Harga spot juga mengalami kenaikan kumulatif sebesar 10 persen sejak periode sebelum konflik, dengan Brent $77,82 per barel, WTI spot $70,90 per barel, dan Murban sekitar $79 per barel.

Lonjakan harga minyak terlihat jelas di SPBU AS karena harga rata-rata bensin di AS mencapai lebih dari $3 per galon untuk pertama kalinya sejak November.

Harga bensin saat ini adalah $3,052 per galon, naik 11,1 sen, dan harga solar adalah $3,812 per galon.

Sebuah kapal komersial berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, pada 2 Maret 2026, di tengah ancaman Iran akan membakar kapal yang nekat melintas di Selat Hormuz.
Sebuah kapal komersial berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, pada 2 Maret 2026, di tengah ancaman Iran akan membakar kapal yang nekat melintas di Selat Hormuz. (HO/IST/VCG/Global Times)

Rencana AS Atasi Lonjakan Harga Minyak

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada hari Senin bahwa mereka memiliki rencana bertahap untuk mengatasi lonjakan harga minyak.

“Kami mengantisipasi ini bisa menjadi masalah. Dan Menteri Wright dan Bessent akan mulai menerapkan langkah-langkah tersebut mulai besok untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi,” kata Marco Rubio, merujuk pada Menteri Energi AS, Chris Wright dan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.

Namun, para analis memperkirakan peningkatan volatilitas lebih lanjut, karena tidak ada rencana yang tepat untuk de-eskalasi di kawasan tersebut.

Selat Hormuz secara teknis tetap terbuka tetapi secara fungsional tertutup.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas