Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dua Peraih Nobel Jepang Berbeda Pandangan soal AI

Dua peraih Nobel Jepang 2025 beda pandangan soal AI, namun sepakat riset dasar butuh waktu panjang dan dukungan berkelanjutan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Dua Peraih Nobel Jepang Berbeda Pandangan soal AI
Tribunnews.com/Richard Susilo
BEDA PENDAPAT -Dua orang penerima hadiah Nobel Jepang, Shimon Sakaguchi MD, PhD (kiri) dari Universitas Osaka, dan Susumu Kitagawa (kanan) dari Universitas Kyoto. (Tribunnews.com/Richard Susilo) 

Ia juga menyoroti kenaikan biaya penelitian akibat inflasi, dan bahkan menyatakan bahwa pengembangan “metal-organic framework (MOF)” yang membawanya meraih Nobel mungkin sulit dilakukan dalam kondisi pendanaan saat ini.

"Lihat saja dana yang diberikan bagi peneliti di Singapura dua kali lipat lebih besar ketimbang di Jepang ini. Dana itu sangat penting.”

Pentingnya Keberlanjutan dan Budaya Ilmiah

Sementara itu, Sakaguchi menekankan bahwa riset pada dasarnya memiliki tingkat keberhasilan (yield) yang rendah, sehingga negara perlu memahami dan tetap mendukungnya sebagai bagian dari budaya bangsa maju.

“Keberlanjutan sangat penting. Jika kita mampu membangun tradisi untuk terus memelihara minat terhadap hal-hal penting dan mempertahankannya, maka sains Jepang masih memiliki masa depan cerah,” katanya.

Selain itu Kitagawa menyampaikan keinginannya untuk “memberi penghormatan kepada generasi muda” dan mendukung mereka.

Sakaguchi pun mengirimkan pesan optimisme kepada peneliti muda. Ia mengutip kata-kata peraih Nobel Fisika pertama Jepang, Yukawa Hideki, bahwa penelitian dilakukan untuk memuaskan keyakinan diri sendiri. Ia menambahkan bahwa penting untuk selalu bersikap optimis dalam dunia sains.

Menurut Kitagawa, untuk melahirkan gagasan orisinal, peneliti perlu diberi waktu yang cukup, serta dukungan dari sisi pendanaan, lingkungan penelitian, dan sistem evaluasi yang sesuai dengan karakter bidang ilmunya.

Rekomendasi Untuk Anda

Keduanya melakukan ajakan agar pemerintah Jepang dan masyarakat memperkuat sistem pendukung ilmu pengetahuan demi masa depan inovasi nasional.

Diskusi  dunia penelitian di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas