Hajar 9 Pangkalan Militer dalam 48 Jam, Iran Putus Suplai Data Komunikasi Pasukan Amerika di Teluk
Pola serangan balasan Iran diketahui menyasar sistem komunikasi pasukan AS yang berada di Timur Tengah.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Hajar 9 Pangkalan Militer dalam 48 Jam, Iran Putus Suplai Data Pasukan Amerika di Teluk
TRIBUNNEWS.COM - Memasuki hari kelima konflik terbuka antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel, dampak kerusakan yang dialami sejumlah aset-aset penting AS di seluruh kawasan Teluk mulai tampak jelas.
Laporan CNN, merujuk pada tinjauan citra satelit menunjukkan aset-aset AS di hampir seluruh negara-negara Arab yang menjadi sekutunya, terdampak serangan balasan Iran atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei pada Sabtu (28/2/2026).
Baca juga: IRGC Bersiap Luncurkan Serangan Terkuat Balas AS-Israel, Iran Punya Rudal Balistik Apa Saja?
Setidaknya ada sembilan pangkalan militer AS yang terkena serangan Iran hanya dalam waktu 48 jam setelah serangan AS-Israel ke Teheran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran," kata laporan video CNN, dikutip Rabu (4/3/2026).
Sembilan pangkalan militer Amerika itu adalah lokasi-lokasi yang relatif terjangkau oleh rudal dan drone Iran sehingga meningkatkan peluang keberhasilan serangan mereka ke aset-aset AS secara maksimal.
"Lokasi-lokasi aset AS ini cenderung dekat dengan Iran secara geografis, lebih dekat ketimbang target rutin Iran saat ini, Israel," kata laporan itu.
Kesembilan pangkalan AS yang dihantam serangan Iran sejauh ini adalah:
- Camp Buehring (Kuwait)
- Camp Arifjan (Kuwait)
- Pangkalan Udara Ali Al Salem (Kuwait)
- Pelabuhan Shuaiba (Kuwait)
- Pelabuhan NSA Bahrain (Bahrain)
- Pangkalan Udara Al-Udeid (Qatar)
- Pelabuhan Jebel Ali (Uni Emirat Arab/UEA)
- Pangkalan Udara Al Dhafra (UEA)
- Pangkalan Udara Erbil (Irak)
Pembalasan Cepat, AS Cenderung Lalai dan Anggap Remeh
Pembalasan Iran ini, berbeda dari perang 12 hari pada Juni 2025 silam, relatif cepat dan terukur.
Pada serangan di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait misalnya. Iran menyerang aset AS itu pada Minggu (1/3/2026) pukul 9 pagi waktu setempat yang menyasar Pusat Operasi AS di kawasan tersebut.
Serangan Iran ke Pusat Operasi AS di Pelabuhan Shuaiba itu menewaskan enam personel militer AS yang bertugas.
Hal yang menarik, laporan menyebut kalau lokasi serangan ini tidak menunjukkan tanda-tanda adanya kesiapan AS dalam menghadapi serangan balasan AS.
Lokasi serangan tersebut tidak dibentengi atau diperkuat, menunjukkan indikasi kalau pihak AS lali atau bahkan menganggap remeh serangan balasan Iran terhadap aset-asetnya.
"Kepulan asap hitam tebal tampak membumbung dari lokasi yang tampaknya tidak dibentengi (diperkuat)," kata laporan itu.
Drone Arash 2 Meluncur Presisi
Pada serangan lainnya, Iran menyasar Camp Buehring menggunakan drone yang terindikasi berjenis Arash 2.
Serangan Iran, selain cepat juga menunjukkan kepresisian.
Baca tanpa iklan