Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Media Asing Soroti Pertemuan Prabowo dengan Ulama-Ormas Islam, Singgung Keanggotaan BOP

Prabowo tegaskan keanggotaan Indonesia di Board of Peace bergantung pada manfaat bagi Palestina dan kepentingan nasional.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
  • Media internasional menyoroti pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan ulama dan ormas Islam di Istana Negara. 
  • Prabowo menegaskan Indonesia akan mundur dari Board of Peace jika tidak memberi manfaat bagi Palestina dan kepentingan nasional. 
  • Pertemuan juga membahas geopolitik, persatuan bangsa, serta dukungan ulama terhadap kebijakan pemerintah.

TRIBUNNEWS.COM - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan ulama dan ormas Islam menjadi sorotan media internasional, terutama terkait sikap Indonesia atas keanggotaan dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian

Prabowo mengundang sejumlah tokoh ulama dan pimpinan organisasi (ormas) Islam dalam acara berbuka puasa bersama di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (5/3/2026).

Pertemuan tertutup itu berlangsung selama tiga jam mulai dari jam 20.00 WIB-23.00 WIB.

The Jerusalem Post, media internasional berbahasa Inggris yang berbasis di Jerusalem, Israel, menuliskan dalam judulnya “Indonesia tells Islamic groups it will withdraw from Board of Peace if it doesn't help Palestinians’.

The Jerusalem Post menulis “Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kepada kelompok Islam lokal bahwa ia akan menarik diri dari Board of Peace yang dipimpin Presiden AS Donald Trump jika wadah tersebut tidak memberi manfaat bagi Palestina

Keikutsertaan Indonesia, negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, dalam dewan tersebut, serta keputusan untuk mengirim pasukan dalam misi stabilisasi Gaza, menuai kritik dari pakar dan kelompok Muslim di dalam negeri. 

Mereka menilai langkah itu berpotensi melemahkan dukungan konsisten Indonesia terhadap perjuangan Palestina.

Rekomendasi Untuk Anda

Prabowo mengumpulkan para pemimpin ormas Islam pada Kamis malam untuk menjelaskan alasan bergabung dengan dewan tersebut, menurut keterangan resmi kantor komunikasi pemerintah".

Baca juga: Nusron Wahid Sebut Upaya Prabowo Jadi Mediator AS-Iran Didukung Negara Timur Tengah

Pertemuan Bahas Geopolitik hingga Persatuan Bangsa

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani mengungkap isi pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan para ulama, kiai, habaib, pimpinan pondok pesantren, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Menurut Muzani, pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum dialog untuk saling memahami berbagai perkembangan situasi global, khususnya terkait dinamika geopolitik dan geoekonomi yang terjadi belakangan ini.

“Pertemuan ini dimaksudkan untuk saling memahami, saling mendengar terhadap perkembangan informasi geopolitik, geoekonomi yang terjadi pada akhir-akhir ini,” kata Muzani kepada wartawan seusai pertemuan.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa setiap langkah dan kebijakan pemerintah selalu berorientasi pada kepentingan nasional, termasuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Muzani menuturkan para ulama dan tokoh Muslim yang hadir memahami sikap dan kebijakan yang diambil oleh kepala negara.

“Para ulama, para kiai memahami itu sebagai sebuah sikap yang dilakukan oleh Presiden pada jalan yang baik, yang benar,” ujar politikus Partai Gerindra tersebut.

Ia pun berharap seluruh elemen masyarakat terus memberikan dukungan serta doa agar berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah dapat berjalan lancar.

“Karena itu kita semua diminta untuk tetap memberikan support, mendoakan agar apa yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia bisa berjalan dengan baik, dengan mulus,” kata Muzani.

Selain itu, Muzani menyebut Presiden Prabowo juga membuka ruang seluas-luasnya untuk menerima masukan dari berbagai kalangan, termasuk para ulama dan tokoh masyarakat.

“Presiden juga terus membuka diri untuk mendapatkan masukan, pandangan dari berbagai macam kalangan termasuk dari para ulama, para kiai,” ujarnya.

Pertemuan tersebut juga dirangkai dengan acara buka puasa bersama yang dihadiri sejumlah tokoh penting dari organisasi Islam dan kalangan pendakwah.

Beberapa tokoh yang terlihat hadir antara lain Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Iskandar, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, serta Rais Aam Nahdlatul Ulama Miftachul Akhyar.

Selain itu, hadir pula pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon Yahya Zainul Ma'arif atau yang dikenal sebagai Buya Yahya, pendakwah Muhammad Subki Al-Bughury, serta dai kondang Mamah Dedeh.

Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan upaya pemerintah membangun komunikasi dan mempererat hubungan dengan kalangan ulama serta organisasi masyarakat Islam di tengah dinamika situasi nasional maupun global.

(THE JERUSALEM POST/REUTERS/TRIBUNNEWS)

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas