Mantan Kepala Biro NHK Jepang di Indonesia Ditahan di Teheran Iran
Dua warga Jepang ditahan di Iran, termasuk Shinnosuke Kawashima sehingga mengejutkan pemerintah Jepang dan memicu perhatian internasional
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Dua warga Jepang, termasuk Shinnosuke Kawashima, ditahan di Iran, diduga terkait liputan demonstrasi anti-pemerintah
- Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi memastikan keduanya aman dan melakukan upaya diplomatik untuk pembebasan
- Kawashima dipindahkan ke Penjara Evin, fasilitas yang dikenal menahan tahanan politik, sementara keluarga menunggu kabar dengan penuh harap.
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG — Dua warga Jepang ditahan oleh otoritas Iran.
Salah seorang yang ditahan adalah Shinnosuke Kawashima, kepala biro NHK di Teheran.
Penahanan mantan kepala biro NHK di Indonesia itu mengejutkan pemerintah Jepang dan memicu perhatian internasional.
Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menyatakan di parlemen bahwa pemerintah telah berhasil melakukan kontak dengan kedua warga yang ditahan.
Menlu memastikan keduanya dalam kondisi aman.
Motegi menegaskan, Jepang melakukan segala upaya untuk mendukung para warga, keluarga, dan pihak terkait.
“Pemerintah melakukan segala yang mungkin untuk mendukung mereka, keluarga mereka, dan pihak-pihak terkait,” ujar Motegi, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: PM Jepang Sanae Takaichi Genap 65 Tahun, Pernah Jadi Menteri Dalam Negeri
Jepang Desak Iran Lindungi Warga
Motegi juga bertemu dengan Duta Besar Iran di Tokyo, menekankan pentingnya keselamatan warga Jepang, dan meminta pembebasan secepatnya.
Kawashima dilaporkan ditangkap oleh Korps Garda Revolusi Iran pada 20 Januari dan dipindahkan ke Penjara Evin pada 23 Februari, fasilitas yang dikenal menahan tahanan politik atau orang yang dicurigai mata-mata.
Jepang terus berkomunikasi dengan pihak Iran dan memantau kondisi warga negaranya di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah.
Konflik memanas setelah serangan misil AS dan Israel terhadap fasilitas militer Iran pada 28 Februari, menewaskan sejumlah pejabat tinggi, termasuk pemimpin tertinggi Iran.
Kementerian Luar Negeri Jepang menegaskan bahwa upaya diplomatik akan terus dilakukan hingga kedua warga Jepang dibebaskan dengan aman.
Diduga Terkait Liputan Demonstrasi
Para analis menilai penahanan jurnalis tersebut kemungkinan terkait dengan liputan demonstrasi anti-pemerintah di Iran.
Sejak gelombang demonstrasi akhir tahun lalu, banyak jurnalis ditangkap, sementara paspor dan laptop milik Kawashima disita.
Pakar Timur Tengah dari Open University Jepang, Kazuo Takahashi, mengatakan bahwa Iran memiliki aturan sangat ketat terkait peliputan demonstrasi.
Baca tanpa iklan