Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mantan Kepala Biro NHK Jepang di Indonesia Ditahan di Teheran Iran

Dua warga Jepang ditahan di Iran, termasuk Shinnosuke Kawashima sehingga mengejutkan pemerintah Jepang dan memicu perhatian internasional

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Mantan Kepala Biro NHK Jepang di Indonesia Ditahan di Teheran Iran
Tribunnews.com/Richard Susilo
DITAHAN IRAN - Kepala Biro NHK Jepang di Iran, Shinnosuke Kawashima. Penahanan mantan kepala biro NHK di Indonesia itu mengejutkan pemerintah Jepang dan memicu perhatian internasional (Richard Susilo) 

“Bahkan sebagai turis, saya pernah diingatkan agar tidak memotret demonstrasi,” ujarnya.

Penjara Evin terkenal menahan aktivis oposisi dan orang yang dicurigai melakukan spionase. 

Tahun lalu, fasilitas ini sempat menjadi target serangan udara Israel.

Situasi semakin berbahaya akibat meningkatnya konflik militer antara Iran, AS, dan Israel, sehingga sebagian wilayah Teheran dilaporkan tidak sepenuhnya aman.

KUWAIT KENA RUDAL - Bandara Internaional Kuwait terkena serangan Iran
KUWAIT KENA RUDAL - Bandara Internaional Kuwait terkena serangan Iran (Tangkapan layar twitter/X @WarMonitors @GP_Presss @priyanshu__63)
Karier dan Dedikasi Kawashima

Kawashima, lulusan Universitas Tsukuba, pernah bertugas di berbagai kantor NHK, termasuk Okinawa, Yamaguchi, Tokyo, dan Jakarta.

Ia dikenal berdedikasi, serius, dan fasih berbahasa Inggris meskipun tidak menguasai bahasa Persia.

Di rumah keluarga di Jepang, orang tua Kawashima mengaku sangat khawatir dengan kondisi putra mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Sang ibu mengatakan pihak NHK terus memberikan laporan mengenai perkembangan situasi.

Sementara ayahnya mengatakan bahwa putranya sejak kecil memang tertarik pada dunia jurnalistik.

“Ia pergi ke sana atas keinginannya sendiri dan tentu memahami risiko pekerjaannya,” ujarnya.

Menurut sang ayah, keluarga telah memutuskan untuk mempercayakan upaya pembebasan kepada Kementerian Luar Negeri Jepang dan NHK.

“Kami hanya orang biasa. Kami tidak bisa pergi ke sana dan menemuinya. Kami hanya bisa percaya dan menunggu kabar baik. Kami berharap ia bisa segera dibebaskan dengan selamat,” katanya.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa operasi militer di kawasan tersebut kemungkinan akan berlangsung empat hingga lima minggu, membuat kekhawatiran terhadap keselamatan jurnalis yang ditahan semakin besar.

Diskusi  beasiswa  di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas