Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump: AS Bisa Kembali Serang Iran Jika Mereka Berperilaku Buruk

Presiden AS Donald Trump mengancam Iran dengan serangan baru jika Teheran tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Washington.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Trump: AS Bisa Kembali Serang Iran Jika Mereka Berperilaku Buruk
Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada 8 Januari 2026. Pada 2 Mei 2026, Trump mengancam Iran dengan serangan baru jika Teheran tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Washington. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan baru jika Iran bertindak "tidak tertib" dan gagal mencapai kesepakatan.
  • Dalam proposal terbarunya, Iran mengusulkan membuka Selat Hormuz dan menghentikan perang, namun menunda pembahasan program nuklir.
  • Trump menilai proposal itu belum memadai dan tetap menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
  • AS menyebut ada perpecahan dalam kepemimpinan Iran yang menghambat perundingan.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Iran dengan serangan baru jika Teheran "bertindak tidak tertib."

Trump mengatakan ia telah diberitahu tentang konsep kesepakatan dengan Iran, tetapi sedang menunggu rumusan pastinya.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan pada hari Sabtu bahwa proposal Iran yang sejauh ini ditolak oleh Trump akan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz dan mengakhiri blokade AS terhadap Iran sambil menunda pembicaraan tentang program nuklir Iran untuk waktu yang akan datang.

"Mereka memberi tahu saya tentang konsep kesepakatan itu. Mereka akan memberi saya kata-kata persisnya sekarang," kata Trump ketika ditanya tentang proposal Iran sebelum menaiki penerbangan ke Miami di West Palm Beach, Florida, Sabtu (2/5/2026).

Dalam postingannya di Truth Social, Trump mengatakan ia tidak dapat membayangkan proposal tersebut akan diterima dan mengatakan Iran belum membayar harga yang cukup mahal atas apa yang telah dilakukannya.

"Saya tidak ingin mengatakan itu. Maksud saya, saya tidak bisa mengatakan itu kepada seorang reporter. Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, sekarang kita akan lihat. Tapi itu adalah kemungkinan yang bisa terjadi," kata Trump ketika ditanya apakah ia mungkin akan memulai kembali serangan terhadap Iran.

Rekomendasi Untuk Anda

Trump telah berulang kali mengatakan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Pada hari Jumat, Trump mengatakan ia tidak puas dengan proposal terbaru Iran, sementara menteri luar negeri Iran mengatakan Teheran siap untuk diplomasi jika AS mengubah pendekatannya.

Reuters dan organisasi berita lainnya melaporkan selama pekan lalu bahwa Teheran mengusulkan untuk membuka kembali selat tersebut sebelum masalah nuklir diselesaikan.

Pejabat tersebut mengkonfirmasi jadwal baru ini sekarang telah diuraikan dalam proposal formal yang disampaikan kepada Amerika Serikat melalui mediator, seperti diberitakan CNBC.

Baca juga: Trump Kembali Tolak Proposal Damai Terbaru yang Ditawarkan Iran

Trump juga mengatakan pada hari Jumat bahwa "dari segi kemanusiaan," dia tidak lebih menyukai tindakan militer.

Presiden AS itu mengatakan kepada para pemimpin Kongres bahwa dia tidak memerlukan izin mereka untuk memperpanjang perang melampaui batas waktu yang ditetapkan oleh hukum untuk hari itu karena gencatan senjata telah "mengakhiri" permusuhan.

Meskipun berulang kali mengatakan ia tidak terburu-buru, Trump berada di bawah tekanan domestik untuk mematahkan cengkeraman Iran di selat tersebut, yang telah mencekik 20 persen pasokan minyak dan gas dunia dan mendorong kenaikan harga bensin AS.

Trump: Ada Perpecahan dalam Kepemimpin Iran 

Berbicara kepada wartawan tadi malam di Gedung Putih, Trump mengulangi klaimnya bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan.

Tetapi dia memperingatkan bahwa Teheran mungkin tidak akan pernah menyetujui penyelesaian melalui negosiasi untuk mengakhiri perang.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas