Trump: AS Bisa Kembali Serang Iran Jika Mereka Berperilaku Buruk
Presiden AS Donald Trump mengancam Iran dengan serangan baru jika Teheran tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Washington.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
"Mereka telah menempuh perjalanan panjang, tetapi saya tidak yakin mereka akan pernah sampai ke sana," kata Trump, Sabtu.
Presiden kembali mengklaim adanya "perpecahan besar" dalam kepemimpinan Iran.
"Mereka memiliki dua atau tiga kelompok, mungkin empat, dan kepemimpinannya sangat terpecah. Mereka semua tertarik untuk mencapai kesepakatan, tetapi mereka berada dalam kekacauan," ujarnya.
Trump menjelaskan dua pilihan yang tersedia baginya.
"Ada beberapa pilihan. Apakah kita ingin membombardir mereka habis-habisan dan memusnahkan mereka? Atau apakah kita ingin mencoba membuat kesepakatan? Itulah pilihan-pilihan yang ada," katanya.
Dia menambahkan bahwa prioritasnya adalah untuk tidak mengulangi serangan tersebut.
Trump menekankan dia akan menerima pengarahan tentang opsi militer dari komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper.
Tuntutan Iran dalam Proposal Terbaru
Kantor berita Iran, Tasnim, mengungkapkan rincian proposal terbaru yang diajukan Teheran kepada AS melalui Pakistan sebagai perantara.
Proposal tersebut berisi 14 poin tuntutan Iran untuk mengakhiri perang.
Menurut laporan itu, Iran menuntut jaminan untuk mengakhiri perang, penarikan semua pasukan militer AS dari wilayah sekitarnya, pencabutan blokade laut, pembebasan aset-asetnya yang dibekukan, pembayaran kompensasi, pencabutan sanksi, penghentian pertempuran di semua front—termasuk Lebanon—dan pembentukan mekanisme baru untuk Selat Hormuz yang dikendalikan oleh Iran.
"Tahap selanjutnya—Iran menunggu tanggapan resmi AS," tulis media pemerintah Iran.
"Amerika Serikat meminta gencatan senjata selama dua bulan dalam usulannya, tetapi Iran menekankan perlunya menyelesaikan masalah dalam waktu 30 hari, dan bahwa alih-alih memperpanjang gencatan senjata, fokusnya harus pada mengakhiri perang," menurut laporan Tasnim.
Inti dari respons Iran terletak pada ketidaksepakatan mengenai jangka waktu dan sifat gencatan senjata.
Sementara Amerika Serikat mengusulkan gencatan senjata sementara selama dua bulan dalam dokumen aslinya, Iran menolak usulan perpanjangan sementara gencatan senjata tersebut.
Perang AS-Israel Vs Iran
Sebelumnya, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari dengan menargetkan sejumlah wilayah. Dalam serangan itu, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dan kemudian posisinya digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei, setelah mendapat persetujuan Majelis Ahli.
Baca tanpa iklan