Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mulai Ada Perselisihan, AS Kecewa dengan Serangan Israel di Kilang BBM Iran, Harga Minyak Terancam

Di tengah operasi gabungan untuk menyerang Iran, hubungan antara AS dan Israel mulai ada gesekan akibat serangan di kilang BBM.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Gesekan antara AS dengan Israel dilaporkan mulai terjadi, menyusul serangan IDF di depot BBM milik Israel pada Sabtu (7/3/2026).
  • Serangan tersebut dinilai melampaui kesepakatan awal dan memicu ketegangan diplomatik baru antara keduanya.
  • Meskipun Israel sudah melaporkan kepada AS sebelum meluncurkan serangan, Washington mengaku terkejut dengan skala kerusakan yang ditimbulkan.

TRIBUNNEWS.COM - Operasi militer gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran mulai ada perselisihan.

Setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membombardir kilang BBM di Iran, Presiden AS Donald Trump dilaporkan marah.

Serangan yang terjadi pada Sabtu (7/3/2026) lalu itu dinilai melampaui kesepakatan awal dan memicu ketegangan diplomatik baru antara kedua sekutu tersebut.

Meskipun Israel sudah melaporkan kepada AS sebelum meluncurkan serangan, Washington mengaku terkejut dengan skala kerusakan yang ditimbulkan.

Menurut laporan Axios, hujan minyak bahkan sempat mengguyur permukiman warga akibat ledakan besar yang menyelimuti langit Iran dengan asap hitam pekat.

Seorang pejabat senior AS tak bisa menyembunyikan kekesalannya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami pikir ini bukan ide yang bagus," cetusnya.

Bahkan, sumber internal menyebut respons pihak Gedung Putih saat mengetahui luasnya jangkauan serangan tersebut sangat keras dan penuh keterkejutan.

Trump disebut-sebut tidak menyetujui penghancuran infrastruktur minyak Iran tersebut.

Sang Presiden lebih memilih untuk "mengamankan" aset minyak daripada membumihanguskannya.

"Presiden tidak suka serangan itu. Beliau ingin menyelamatkan minyaknya, bukan membakarnya," ungkap salah satu penasihat Trump.

Baca juga: AS-Israel akan Targetkan Pemimpin Baru Iran, Trump: Dia Tak akan Bertahan Lama

Alasan utamanya jelas, yaitu ekonomi.

Trump khawatir kehancuran depot bahan bakar ini akan memicu kepanikan pasar global dan membuat harga BBM di tingkat konsumen melonjak tajam, yang tentu saja akan berdampak buruk pada citra politiknya di dalam negeri.

Hingga saat ini, foto-foto satelit menunjukkan kerusakan parah di berbagai titik infrastruktur energi Iran.

Selain ancaman krisis energi regional, tumpahan minyak yang terbawa air hujan kini menutupi atap rumah dan jalanan, menciptakan bencana ekologis di tengah berkecamuknya perang.

Hujan Asam Mengguyur Teheran

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas