Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Uni Eropa Tolak Ajakan Trump Kirim Armada Militer ke Selat Hormuz

'Ini bukan perang kami, bukan kami yang memulainya. Kami menginginkan solusi diplomatik'

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan

Ringkasan Berita:
  • Negara-negara anggota Uni Eropa secara resmi menolak permintaan AS untuk kirim pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz demi hindari keterlibatan militer dalam perang dengan Iran.
  • Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, bersama pemimpin negara seperti Jerman, Italia, dan Inggris, lebih memilih solusi diplomatik dibandingkan eskalasi militer
  • Misi angkatan laut UE saat ini, seperti Operasi Aspides di Laut Merah, ditegaskan tidak dirancang untuk diperluas jangkauannya ke Selat Hormuz.

 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah negara anggota Uni Eropa (UE) secara resmi menolak seruan dari Amerika Serikat (AS) untuk mengerahkan kekuatan angkatan laut ke Selat Hormuz. 

Melansir laporan Anadolu Ajansi, negara-negara tersebut menegaskan tidak memiliki niat untuk terlibat secara militer dalam konflik yang terus meningkat dengan Iran.

Adapun kebijakan ini diduga disepakati pascapertemuan para menteri luar negeri UE di Brussel.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, pada Senin (16/3/2026)

"Negara-negara anggota Uni Eropa tidak memiliki keinginan untuk terlibat secara aktif dalam aksi militer melawan Iran dan kami tidak memiliki kepentingan dalam perang yang tidak berujung." terang Kaja Kallas.

Rekomendasi Untuk Anda

Kallas juga menggarisbawahi bahwa UE saat ini berfokus pada penguatan keamanan maritim negara anggotanya yang saat ini berlangsung melalui Operasi Aspides di Laut Merah.

Ia juga dapat memastikan bahwa para anggota memiliki minat yang sangat rendah untuk memperluas jangkauan misi maritim tersebut hingga ke Selat Hormuz.

"Tidak ada yang ingin terjun secara aktif dalam perang ini," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani.

Tajani menggarisbawahi bahwa misi angkatan laut UE yang bertugas mengawal kapal dagang serta operasi antipembajakan tidak dirancang untuk beroperasi di Selat Hormuz.

"Kami bersedia memperkuat misi-misi seperti di Operasi Aspides, namun saya rasa misi tersebut tidak dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz." ungkap Tajani.

Baca juga: Saat Donald Trump Mulai Ditolak oleh Para Sekutu AS

Jerman juga menutup kemungkinan pengiriman pasukan ke wilayah Teluk. 

Hal ini diungkapkan oleh Kanselir Friedrich Merz yang menegaskan bahwa Berlin akan terus menyerukan solusi politik yang cepat dibandingkan dengan aksi militer untuk mengatasi konflik tersebut.

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, juga memperingatkan bahwa pengerahan pasukan di luar wilayah NATO memerlukan persetujuan hukum dan izin parlemen.

UNI EROPA - Foto Kaja Kallas, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan/Wakil Presiden Komisi Eropa yang diunggah di situs resmi European External Action Service (EEAS).
UNI EROPA - Foto Kaja Kallas, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan/Wakil Presiden Komisi Eropa yang diunggah di situs resmi European External Action Service (EEAS). (EEAS)
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas