Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Terdampak Penutupan Selat Hormuz, Ini Langkah Mitigasi Negara-negara ASEAN

Sejumlah negara ASEAN keluarkan kebijakan darurat menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Terdampak Penutupan Selat Hormuz, Ini Langkah Mitigasi Negara-negara ASEAN
Istimewa
PENUTUPAN SELAT HORMUZ - Peta kawasan Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Sekitar 31 persen perdagangan minyak mentah dunia melewati jalur perairan strategis ini setiap harinya. 

TRIBUNNEWS.COM - Sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), Garda Revolusi Iran (IRGC) langsung melancarkan serangkaian serangan balasan. Salah satunya adalah dengan melakukan penutupan terhadap Selat Hormuz.

Keputusan itu sontak memantik kekhawatiran global, mengingat jalur perairan tersebut bukan sembarang selat. Pasalnya, sekitar 31 persen perdagangan minyak mentah dunia melewati selat ini setiap hari.

Imbasnya langsung terasa di pasar energi global. Harga minyak melonjak lebih dari 25 persen dan sempat mendekati 120 dolar AS per barrel, sebagaimana diberitakan Kompas.com, Rabu (5/3/2026).

Negara-negara Asia Tenggara yang selama ini bergantung pada impor energi dari Teluk Persia pun tidak bisa tinggal diam. Masing-masing bergerak cepat mengeluarkan kebijakan untuk meredam dampaknya.

Kebijakan Negara Asia Tenggara Terkait Penutupan Selat Hormuz

  1. Filipina Pilih Terapkan 4 Hari Kerja

Filipina mengambil respons paling drastis di kawasan. Presiden Ferdinand Marcos Jr. memberlakukan sistem empat hari kerja seminggu untuk seluruh kantor pemerintah mulai Senin (9/3/2026), disertai pemangkasan konsumsi BBM dan listrik sebesar 10 hingga 20 persen.

Instansi pemerintah dan perguruan tinggi negeri juga diwajibkan mengatur suhu pendingin ruangan tidak lebih rendah dari 24 derajat Celsius untuk menekan konsumsi energi.

Dikutip dari laman TrenAsia, Rabu (11/3/2026), Filipina hanya memiliki stok bahan bakar hingga April dan tengah memasuki musim panas dengan permintaan energi di puncaknya. Para ekonom pun menilai negara ini sebagai salah satu yang paling rentan terhadap gejolak energi di Asia-Pasifik.

2. Thailand Nyatakan Darurat Energi

Rekomendasi Untuk Anda

Thailand juga langsung mengaktifkan Pusat Pengawasan Darurat Energi sejak Minggu (1/3/2026), sebagai respons atas memanasnya konflik di Timur Tengah. Serangkaian kebijakan pun langsung digulirkan.

Seluruh perjalanan dinas ke luar negeri ditangguhkan, pegawai pemerintah diarahkan bekerja dari rumah, dan harga bensin serta solar ditahan agar tidak melonjak melalui subsidi Dana Minyak Nasional.

Langkah terakhir itu tidak murah. Laporan The Guardian pada Kamis (12/3/2026) mencatat bahwa dana minyak Thailand menghabiskan puluhan juta dolar setiap harinya hanya untuk menjaga harga BBM tetap terjangkau di hadapan warganya.

Di tengah situasi itu, Menteri Perdagangan Thailand Suphajee Suthumpun mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan memastikan pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario antisipatif.

Baca juga: Ray Dalio: Kunci Kemenangan Amerika di Iran Hanya Satu, Rebut Kendali Penuh Selat Hormuz

3. Vietnam Dorong Kerja dari Rumah

Vietnam juga tidak tinggal diam. Di tengah antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar dan harga BBM yang terus merangkak naik, pemerintah mengimbau pelaku usaha untuk mendorong karyawannya bekerja dari rumah guna mengurangi kebutuhan perjalanan.

Skala imbauan itu begitu masif hingga mengingatkan pada kebijakan serupa yang pernah diterapkan di masa awal pandemi Covid-19.

Tak berhenti di sana, Vietnam juga bersiap menghapus tarif impor bahan bakar luar negeri hingga akhir April sebagai upaya memperkuat ketahanan pasokan energi nasional, sebagaimana dilaporkan The Guardian pada Kamis (12/3/2026).

4. Myanmar Jatah BBM Warganya

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas