Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Trump Gertak NATO, Tegaskan Selat Hormuz Bisa Dibuka Tanpa Bantuan Siapa Pun

Trump menyatakan AS mampu membuka Selat Hormuz tanpa bantuan NATO, meski sebelumnya menyerukan koalisi internasional.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menegaskan AS tidak membutuhkan bantuan membuka Selat Hormuz.
  • Sejumlah sekutu NATO menolak bergabung dalam koalisi maritim.
  • Pernyataan ini memperuncing ketegangan dalam aliansi Barat.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan negaranya tidak membutuhkan bantuan sekutu untuk mengamankan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Pernyataan itu disampaikan saat ia menerima Perdana Menteri Irlandia, Micheál Martin di Gedung Putih pada Selasa (17/3/2026), di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Trump menyatakan militer AS memiliki kemampuan menjaga jalur energi global tetap terbuka di kawasan Teluk.

“Kita tidak membutuhkan terlalu banyak bantuan, dan kita tidak membutuhkan bantuan apa pun,” kata Trump.

Seruan Koalisi dan Perubahan Nada Washington

Sikap tegas Trump muncul setelah dia menyerukan pembentukan koalisi internasional untuk mengawal pelayaran di kawasan Teluk.

Dalam beberapa hari terakhir, ia menyatakan bahwa sejumlah negara telah memberikan respons positif dan “sedang dalam perjalanan” untuk mendukung operasi tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Trump tidak menyebutkan negara mana yang secara konkret berkomitmen bergabung dalam koalisi maritim tersebut.

Pergeseran nada dari seruan bantuan menuju klaim kemandirian militer AS memicu spekulasi tentang konsistensi strategi Washington dalam konflik yang berkembang.

Baca juga: Krisis Selat Hormuz dan Dampak Bagi Program Makan Bergizi Gratis

Penolakan Sekutu Barat dan Eropa

Sejumlah sekutu utama Amerika Serikat menolak atau menunda keterlibatan mereka dalam rencana operasi maritim di Selat Hormuz.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa negaranya tidak akan terlibat dalam operasi militer karena bukan pihak dalam konflik.

“Kami bukan pihak dalam konflik ini, sehingga Prancis tidak akan terlibat dalam operasi membuka Selat Hormuz,” kata Macron.

Pemerintah Inggris di bawah Perdana Menteri Keir Starmer juga dinilai belum menunjukkan komitmen penuh untuk bergabung.

Negara lain seperti Jerman, Italia, Spanyol, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Polandia menyatakan perlunya peninjauan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Kritik Trump terhadap NATO

Trump melontarkan kritik keras terhadap aliansi NATO yang menurutnya gagal menunjukkan solidaritas terhadap Amerika Serikat.

Ia menyoroti kontribusi keuangan dan militer AS selama beberapa dekade, termasuk dukungan terhadap Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas