Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pasca-Kematian Ali Khamenei, Ulama Senior Iran Serukan Jihad Lawan AS dan Israel

Ulama paling berpengaruh di Iran, Ayatollah Agung Naser Makarem Shirazi menyerukan komando jihad global untuk melawan AS dan Israel.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Tiara Shelavie

Pilihannya mulai dari serangan balasan besar-besaran, hingga percepatan program nuklir yang selama ini menjadi kekhawatiran dunia.

Selain itu, organisasi yang kehilangan pemimpinnya biasanya akan segera melakukan regenerasi dengan sosok-sosok muda yang jauh lebih radikal dan sulit ditebak arahnya.

Ancaman Balas Dendam Iran

Pemerintah Iran melontarkan ancaman keras bahwa mereka tidak akan lagi menahan diri jika infrastruktur energi mereka kembali menjadi sasaran serangan.

Pernyataan ini muncul setelah aksi saling serang antara Israel dan Iran mulai menyasar sektor vital gas dunia.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa serangan balasan yang diluncurkan Iran sebelumnya barulah "pemanasan".

Araghchi menyebut Iran hanya menggunakan sebagian kecil dari kekuatan militernya saat menggempur balik Israel dan sekutunya.

Baca juga: Mesir dan UEA Minta Perang Iran Diredam, Negara Teluk Bertahan di Tengah Ancaman

"Satu-satunya alasan kami masih menahan diri adalah karena menghargai upaya deeskalasi. Tapi ingat, zero restraint (tidak ada lagi ampun) jika infrastruktur kami diserang lagi!" tegas Araghchi, mengutip The Guardian.

Rekomendasi Untuk Anda

Serangan Israel ke ladang gas South Pars milik Iran memicu reaksi berantai yang mengerikan.

Iran membalas dengan menghantam kompleks gas Ras Laffan di Qatar.

Akibatnya fatal: Qatar melaporkan 20 persen kapasitas ekspor LNG mereka lumpuh.

Mengingat Qatar adalah pemasok utama gas dunia, pasar saham global langsung rontok.

Para ahli memprediksi dampak kerusakan ini tidak akan hilang dalam satu-dua tahun, melainkan bisa bertahun-tahun ke depan.

Dunia kini di ambang krisis energi massal.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas