Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Proyek Kebebasan Diluncurkan, Menhan AS: Kami Tidak Mencari Pertengkaran dengan Iran

AS menjalankan Proyek Kebebasan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz sambil menegaskan tidak mencari konflik dengan Iran.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Ringkasan Berita:
  • AS menjalankan Proyek Kebebasan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz sambil menegaskan tidak mencari konflik dengan Iran.
  • Ketegangan meningkat dengan insiden militer, serangan, dan klaim saling bertentangan antara kedua pihak.
  • Meski melibatkan kekuatan besar, efektivitas operasi masih diragukan dan berisiko memicu eskalasi konflik lebih luas.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menggelar konferensi pers bersama Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, pada Selasa (5/5/2026) untuk membahas situasi terkini konflik dengan Iran, khususnya di Selat Hormuz.

Mengutip The Guardian, Hegseth membuka konferensi pers dengan membahas Project Freedom atau Proyek Kebebasan, yang menurutnya terpisah dari operasi perang yang lebih luas, yakni Proyek Epic Fury.

Kepala Pentagon itu, menyatakan bahwa Iran telah bertindak agresif terhadap negara-negara yang kapalnya mencoba melintasi Selat Hormuz.

Ia juga menyebut, Iran sekarang pasti malu karena meskipun mereka mengklaim mengendalikan selat tersebut, pada kenyataannya tidak demikian.

Hegseth mengatakan, Amerika Serikat telah membangun kubah di atas selat sebagai bentuk perlindungan bagi dunia.

"Blokade tetap kokoh dan berlaku," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menambahkan bahwa enam kapal yang mencoba menerobos blokade dari pelabuhan Iran telah dihentikan oleh pasukan AS.

Hegseth pun menegaskan bahwa AS tidak mencari konflik dengan Iran.

PERANG IRAN - Tangkap layar YouTube Fox Business memperlihatkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam rapat dengar pendapat (RDP) di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR AS 29 April 2026. Perang di Iran telah menelan biaya sekitar 25 miliar dolar AS sejauh ini (sekitar Rp432 triliun), menurut perkiraan Pentagon.
PERANG IRAN - Tangkap layar YouTube Fox Business memperlihatkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam rapat dengar pendapat (RDP) di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR AS 29 April 2026. (Youtube)

Baca juga: Iran Dekati China, AS Datangkan Kapal Induk George Bush, Korea Selatan Gabung Operasi Hormuz?

“AS bertujuan melindungi pelayaran dari agresi Iran. Kami tidak perlu memasuki wilayah udara atau perairan Iran untuk membuka Selat Hormuz,” katanya, mengutip Al Jazeera.

“Kami tidak mencari pertempuran. Mereka mengatakan mereka mengendalikan selat itu, padahal tidak.”

Hegseth juga memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi serangan besar jika kapal dagang menjadi sasaran selama operasi Proyek Kebebasan.

“Sebagai bentuk kontribusi Amerika Serikat bagi dunia, kami telah membangun kubah merah, putih, dan biru yang kuat di atas Selat Hormuz,” ujarnya.

“Iran akan menghadapi kekuatan tembak yang luar biasa jika menyerang kapal dagang.”

Tentang Proyek Kebebasan

Mengutip The Independent, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Proyek Kebebasan pada Minggu (3/5/2026), sebuah rencana untuk memandu kapal asing keluar dari Selat Hormuz dan melindungi perdagangan internasional.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pasokan minyak, pupuk, dan komoditas global, yang tertutup sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari, sehingga memicu kenaikan harga global.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas