Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Proyek Kebebasan Diluncurkan, Menhan AS: Kami Tidak Mencari Pertengkaran dengan Iran

AS menjalankan Proyek Kebebasan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz sambil menegaskan tidak mencari konflik dengan Iran.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Mengutip The Independent, upaya AS belum menghasilkan pergerakan besar kapal keluar dari selat.

Diperkirakan lebih dari 850 kapal masih terjebak di kawasan Teluk sejak akhir Februari.

Beberapa kapal dilaporkan berhasil melintas dengan dukungan militer AS, meskipun klaim tersebut dibantah oleh Iran.

Perusahaan pelayaran Maersk menyebut kapal berbendera AS, Alliance Fairfax, berhasil keluar dari Teluk dengan pengawalan militer.

Sementara itu, Iran merilis peta yang menunjukkan perluasan wilayah maritim yang diklaim berada di bawah kendalinya, termasuk sebagian wilayah dekat pantai UEA.

Jika klaim tersebut terealisasi, hal ini dapat berarti pengepungan maritim hampir total terhadap negara Teluk tersebut.

Di sisi lain, AS tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan ekonomi.

Rekomendasi Untuk Anda

US Centcom menyebutkan bahwa 49 kapal komersial telah dialihkan sejak blokade diberlakukan pada 13 April.

Kata pakar

Para ahli menilai langkah AS berpotensi memicu eskalasi dan mengancam gencatan senjata.

Nitya Labh, peneliti di Chatham House London, menyebut operasi tersebut sangat berisiko.

“Langkah ini meningkatkan ketegangan dan menunjukkan bahwa AS tidak bersedia bernegosiasi mengenai pembukaan kembali Selat,” ujarnya.

“AS tampaknya memilih mempertahankan pelayaran melalui ancaman kekuatan atau serangan dari Iran.”

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas