Solidaritas Warga India untuk Iran, Janda Kashmir Donasikan Emas Warisan Suami
Janda Kashmir sumbangkan emas warisan suami untuk Iran. Kisah haru ini jadi simbol solidaritas warga India di tengah konflik
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Gelombang solidaritas warga India, khususnya Kashmir, mengalir untuk korban konflik Iran melalui donasi uang, emas, dan barang berharga
- Kisah janda yang menyumbangkan emas warisan suami menjadi simbol empati mendalam
- Aksi ini mencerminkan kepedulian kemanusiaan serta kuatnya ikatan sosial dan budaya lintas negara
TRIBUNNEWS.COM, INDIA - Gelombang solidaritas kemanusiaan muncul di India, khususnya dari wilayah Kashmir, untuk membantu warga sipil yang terdampak konflik di Iran.
Warga menyumbangkan uang tunai, emas, hingga berbagai barang rumah tangga, disertai kisah-kisah pengorbanan pribadi yang menyentuh.
Salah satu kisah yang paling mengharukan datang dari seorang wanita di Kashmir yang rela mendonasikan emas peninggalan mendiang suaminya.
Perhiasan tersebut telah ia simpan selama hampir tiga dekade, sejak sang suami wafat 28 tahun lalu.
Kisah ini dibagikan Kedutaan Besar Iran di India melalui platform X, yang turut menyampaikan apresiasi atas ketulusan tersebut.
“Air mata dan emosi murni Anda adalah sumber penghiburan terbesar,” tulis kedutaan.
Baca juga: Kenakan Perhiasan Rp126 Juta, Lansia di India Tewas Dimutilasi Usai Urus Pakan Ternak
Aksi ini merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan yang lebih luas di Lembah Kashmir.
Di wilayah seperti Budgam dan daerah lain yang didominasi komunitas Syiah, warga mendirikan pos donasi di sekitar masjid.
Bantuan yang terkumpul beragam, mulai dari perhiasan, uang tunai, hingga peralatan tembaga dan ternak.
“Di Masjid Imam Zaman, kami mendirikan kios dengan tujuan tulus untuk mengumpulkan donasi,” ujar Mohsin Ali, warga Budgam.
Ia menambahkan, perempuan di wilayah tersebut turut menyumbangkan perhiasan, barang berbahan tembaga, serta uang tunai untuk membantu warga Iran.
Partisipasi masyarakat pun meluas lintas usia dan gender. Perempuan berada di garis depan dalam aksi ini, sementara anak-anak ikut menyumbangkan tabungan dan uang saku mereka.
Relawan muda bahkan berkeliling dari rumah ke rumah untuk menggalang dukungan, terutama setelah Idulfitri.
Warga menyebut aksi ini dilandasi kepedulian kemanusiaan dan rasa kedekatan identitas.
“Ada kehancuran besar akibat perang yang dipaksakan kepada Iran. Setidaknya, dunia harus mengirimkan bantuan,” kata Aijaz Ahmad, warga Rainawari, seperti dikutip PTI.
Baca tanpa iklan