Panic Buying Melanda Jepang Akibat Perang Iran, Warga Mulai Timbun Tisu Toilet
Fenomena panic buying kembali melanda Jepang. Kini, warga mulai menimbun tisu toilet akibat perang di Iran. Pemerintah tegaskan jangan panic buying.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Panic buying kembali melanda Jepang akibat perang yang tengah berkecamuk di Timur Tengah, khususnya di Iran.
- Kali ini, rak-rak tisu toilet di berbagai pusat perbelanjaan di Jepang dilaporkan mulai kosong.
- Meski jarak geografis antara Tokyo dan Teheran sangat jauh, ingatan kolektif warga Jepang terhadap krisis energi tampaknya memicu alarm waspada.
TRIBUNNEWS.COM - Warga Jepang kembali dihantui dengan fenomena panic buying.
Kali ini, rak-rak tisu toilet di berbagai pusat perbelanjaan di Jepang dilaporkan mulai kosong.
Pemicunya bukanlah karena pandemi, melainkan kekhawatiran warga akan dampak perang di Timur Tengah, khususnya ketegangan yang melibatkan Iran.
Meski jarak geografis antara Tokyo dan Teheran sangat jauh, ingatan kolektif warga Jepang terhadap krisis energi tampaknya memicu alarm waspada.
Pantauan di media sosial X menunjukkan foto-foto rak supermarket yang melompong dan warga yang membawa bertumpuk-tumpuk kemasan tisu toilet.
Menanggapi situasi yang mulai liar, Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang langsung mengeluarkan imbauan tegas.
Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh hoaks yang beredar di media sosial.
"Kami meminta masyarakat untuk mengambil keputusan belanja yang rasional. Stok tisu toilet kita aman," tulis pernyataan resmi METI, mengutip Fortune.
Data dari Asosiasi Industri Kertas Rumah Tangga Jepang sebenarnya sangat menenangkan.
Faktanya, 97 persen pasokan tisu toilet di Negeri Sakura diproduksi secara lokal menggunakan bahan daur ulang.
Artinya, proses produksi sama sekali tidak bergantung pada impor minyak atau bahan baku dari kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Hubungan Israel dan AS Kembali Tegang, Beda Pendapat soal Cara Mengakhiri Perang Iran
"Produksi tidak terganggu. Kami bahkan punya kapasitas lebih untuk menambah jumlah produksi jika memang dibutuhkan," ungkap perwakilan asosiasi tersebut.
Belajar dari Pengalaman
Kekhawatiran warga Jepang bukan tanpa alasan. Secara historis, Jepang memiliki trauma kolektif terkait kelangkaan tisu toilet.
Fenomena ini pertama kali meledak saat krisis minyak tahun 1973, kemudian terulang kembali pasca-gempa besar 2011, dan yang terbaru saat awal pandemi COVID-19 pada 2020 lalu.
Asosiasi Industri Kertas Rumah Tangga Jepang mengonfirmasi bahwa meski ada laporan stok kosong di beberapa supermarket di wilayah tertentu, hal itu lebih disebabkan oleh lonjakan permintaan yang tiba-tiba, bukan karena masalah produksi.
Baca tanpa iklan