Amerika Vs NATO: Polandia, Prancis, dan Italia Membangkang Permintaan AS Berperang di Iran
Friksi antara Amerika dan NATO kian memanas. Keretakan hubungan antara negara Eropa dan AS itu makin lebar dalam konteks perang Iran.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Amerika Vs NATO: Polandia, Prancis, dan Italia Membangkang Permintaan AS Berperang di Iran
Ringkasan Berita:
- Italia, Prancis, dan Polandia menolak permintaan militer AS ketika Trump melancarkan serangan.
- Sebelumnya, Spanyol, negara tulang punggung NATO juga menolak memberikan ruang udaranya bagi pesawat AS yang digunakan untuk perang.
- Penolakan, yang kerap disebut Trump sebagai pembangkangan, mengungkap keretakan yang semakin besar di dalam NATO terkait ketegangan di Timur Tengah.
TRIBUNNEWS.COM - Keretakan yang semakin besar muncul di dalam tubuh aliansi pertahanan NATO.
Hal itu terindikasi saat sekutu-sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa menolak permintaan militer AS terkait meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dalam konteks peperangan melawan Iran.
"Penolakan ini menandakan pergeseran dinamika aliansi dan prioritas strategis," tulis ulasan WN, dikutip Selasa (31/3/2026).
Italia telah menjadi titik konflik terbaru setelah sebelumnya, Spanyol, satu di antara negara tulang punggung NATO, menolak memberikan akses ruang udaranya untuk digunakan jet-jet AS dalam perang melawan Iran.
Baca juga: Makin Berani Lawan Trump, Spanyol Tutup Wilayah Udaranya bagi Pesawat AS dalam Perang Iran
Pemerintah Italia dilaporkan menolak izin bagi pesawat militer AS untuk mendarat di pangkalan udara Sigonella di Sisilia dalam perjalanan menuju Timur Tengah.
Menurut Corriere della Sera, keputusan tersebut didorong bukan hanya oleh kehati-hatian geopolitik, tetapi juga oleh kekhawatiran prosedural.
Washington diduga gagal meminta otorisasi terlebih dahulu atau berkonsultasi dengan pimpinan militer Italia, sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian yang ada yang mengatur penggunaan pangkalan AS di wilayah Italia.
Langkah ini mencerminkan gesekan kelembagaan dan tekanan politik di dalam negeri Italia sendiri.
Partai-partai oposisi kiri-tengah telah mendesak Roma untuk memblokir penggunaan pangkalan Italia sepenuhnya, memperingatkan bahwa kerja sama apa pun berisiko menyeret negara itu ke dalam konflik regional yang semakin meluas.
Meskipun pemerintahan di bawah Perdana Menteri Giordia Meloni tetap menyatakan akan meminta persetujuan parlemen untuk permintaan tersebut, penolakan yang dilaporkan menunjukkan sikap yang lebih hati-hati dan tegas terhadap Washington.
Bergeser lebih ke timur Eropa, Polandia mengirimkan pesan yang sama tegasnya.
Wakil Perdana Menteri Władysław Kosiniak-Kamysz menepis spekulasi kalau Warsawa mungkin akan menyumbangkan aset pertahanan udara ke Timur Tengah setelah adanya laporan permintaan informal dari AS.
Dalam sebuah unggahan di X, ia mengatakan, "Baterai Patriot kami dan persenjataannya digunakan untuk melindungi langit Polandia dan sayap timur NATO. Tidak ada yang berubah dalam hal ini, dan kami tidak berencana untuk memindahkannya ke mana pun! Sekutu kami tahu betul dan memahami betapa pentingnya tugas yang kami emban di sini. Keamanan Polandia adalah prioritas utama."
Sikap ini bisa dimaklumi lantaran taruhannya sangat tinggi bagi Polandia.
Dengan hanya dua baterai Patriot yang beroperasi saat ini, setiap transfer sementara akan secara efektif mengurangi separuh kemampuan pertahanan udaranya pada saat kekhawatiran keamanan tetap akut di sepanjang sayap timur NATO, yang berbatasan dengan Rusia, Belarus, dan Ukraina.
Baca tanpa iklan