Pidato Trump Soal Perang Iran Buat Bingung Senator AS: Klaim Menang, tapi Tetap Perang?
Senator Demokrat AS, Chris Van Hollen bingung dengan pidato Presiden Donald Trump yang mengklaim kemenangan atas Iran.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nuryanti
Reuters juga mencatat bahwa pemerintahan Trump sejak awal kesulitan untuk membenarkan perang tersebut, sebuah masalah yang masih berlanjut hingga saat ini.
Guncang Harga Minyak
Pidato Trump ini tak hanya membuat para politikus dunia bereaksi, tetapi juga memicu 'gempa' di pasar energi global.
Meski Trump mengklaim kemenangan militer sudah di depan mata, pasar justru bereaksi sebaliknya dengan lonjakan harga minyak mentah yang signifikan.
Harga minyak Brent langsung meroket ke level $106 per barel, sementara di Amerika sendiri, harga BBM mencetak rekor tertinggi sejak 2022 dengan menembus angka $4 per galon.
Mengutip pemberitaan CNN, faktor utama yang membuat dunia was-was adalah nasib Selat Hormuz.
Jalur perdagangan minyak paling vital di dunia itu masih lumpuh total akibat blokade Iran.
Baca juga: Donald Trump Klaim Perang Selesai dalam 2 Minggu, Iran Justru Luncurkan Rudal ke Israel
Menariknya, Trump memberi sinyal bahwa AS tidak akan lagi menjadi "satpam" gratis bagi jalur tersebut.
Ia menegaskan bahwa negara-negara pengguna seperti China dan sekutu Eropa harus mulai menjaga kapal-kapal tanker mereka sendiri.
Sikap apatis ini menambah ketidakpastian pasokan energi global.
Situasi Politik Memburuk
Setelah pidato Trump selesai, kepercayaan publik terhadap sang presiden mendekati titik terendah dalam sejarah selama dua periode jabatannya.
Sebuah jajak pendapat CNN/SSRS terbaru pada hari Rabu sebelum pidato tersebut menunjukkan peringkat persetujuannya hanya 35 persen.
Hanya 34 persen warga Amerika yang menyetujui keputusan untuk mengambil tindakan militer di Iran.
Sekitar 68 persen menentang pengiriman pasukan darat ke Iran — sebuah langkah yang belum diambil Trump tetapi tidak dikesampingkan pada hari Rabu.
Perang tersebut juga menyebabkan dampak ekonomi yang langsung dan menyakitkan yang tercermin dalam anjloknya kepercayaan publik.
Tingkat persetujuan Trump terhadap perekonomian dalam jajak pendapat terbaru hanya 31 persen.
Baca tanpa iklan