Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS-Israel Hantam Layanan Kesehatan Iran, WHO Soroti Risiko Krisis Global

Serangan AS-Israel ke fasilitas medis Iran picu krisis kesehatan, rantai pasokan obat global terganggu dan berisiko meluas.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Fasilitas medis Iran menjadi sasaran serangan dalam perang yang terus berlangsung.
  • WHO mencatat puluhan serangan yang berdampak pada layanan kesehatan.
  • Rantai pasokan obat global terganggu dan berisiko memicu krisis kesehatan.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran kini meluas ke sektor kesehatan, dengan sejumlah fasilitas medis dilaporkan menjadi target serangan.

Dilansir Al Jazeera, Sabtu (4/4/2026), Institut Pasteur Iran di Teheran termasuk fasilitas yang terdampak dalam serangan terbaru.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengecam serangan tersebut dan menyerukan respons dari komunitas internasional.

Ia mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Palang Merah, dan organisasi medis global lainnya untuk menanggapi serangan terhadap fasilitas kesehatan.

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, sedikitnya 2.076 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 26.500 lainnya terluka di Iran.

WHO Catat Puluhan Serangan ke Layanan Kesehatan

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan konflik telah berdampak langsung pada layanan kesehatan dan keselamatan warga sipil.

Rekomendasi Untuk Anda

WHO mencatat lebih dari 20 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Iran sejak awal Maret.

Baca juga: Iran Serang Fasilitas Gas UEA dan Kilang Kuwait, Puing Intersepsi Picu Kebakaran dan Korban Jiwa

Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya sembilan orang tewas, termasuk tenaga medis dan relawan kemanusiaan.

Beberapa fasilitas yang terdampak antara lain rumah sakit, perusahaan farmasi, hingga gudang bantuan kemanusiaan.

Rumah Sakit dan Industri Farmasi Ikut Terdampak

Serangan juga menghantam perusahaan farmasi besar seperti Tofigh Daru di Teheran.

Fasilitas kesehatan lain yang terdampak meliputi Rumah Sakit Delaram Sina dan Rumah Sakit Ali yang mengalami kerusakan akibat serangan dan ledakan.

Gudang bantuan Bulan Sabit Merah di provinsi Bushehr turut diserang, menyebabkan kerusakan pada fasilitas logistik kemanusiaan.

WHO menyebut serangan terhadap layanan kesehatan melanggar hukum humaniter internasional yang melindungi fasilitas medis, tenaga kesehatan, dan pasien.

Rantai Pasokan Obat Global Mulai Terganggu

Konflik juga berdampak pada sistem kesehatan global melalui gangguan rantai pasokan obat-obatan.

Dilansir NDTV, jalur distribusi farmasi terganggu akibat penutupan wilayah udara, keterlambatan pengiriman, dan gangguan pelayaran di kawasan Timur Tengah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas