Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

China Bantah Memasok Senjata ke Iran, Peringatkan AS soal Blokade Selat Hormuz

China bantah tuduhan AS yang sebut memasok senjata ke Iran. Selain itu, China memperingatkan konsekuensi blokade terhadap Selat Hormuz.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Pemerintah China membantah laporan CNN dan New York Times bahwa mereka berniat mengirim senjata ke Iran.

Sementara itu, Rusia dilaporkan telah memasok Iran dengan intelijen militer, termasuk citra satelit pangkalan AS di Timur Tengah sebelum pangkalan tersebut menjadi sasaran serangan, menurut penilaian intelijen Ukraina yang dilaporkan oleh Reuters pekan lalu.

Berbicara kepada sebuah podcast Inggris setelah informasi intelijen Ukraina dipublikasikan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan ia tidak menerima reaksi dari AS mengenai laporan bahwa Rusia mengirim senjata ke Iran.

"Masalahnya adalah mereka mempercayai Putin," kata Zelenskyy pada hari Sabtu.

Perang AS-Israel Vs Iran

Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan ke berbagai wilayah Iran pada 28 Februari lalu, mengawali agresinya terhadap negara yang dipimpin Ali Khamenei.

Ali Khamenei terbunuh dalam serangan itu dan digantikan oleh putranya, Motjaba Khamenei.

Agresi AS-Israel terhadap Iran mengawali perang baru di Timur Tengah, yang dimulai hanya dua hari setelah putaran ketiga perundingan soal pembatasan program nuklir antara Washington dan Teheran di Jenewa, Swiss.

Rekomendasi Untuk Anda

AS dan Israel berulang kali menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir melalui pengayaan uranium.

Iran membantah upaya pengembangan senjata nuklir dan menegaskan program nuklirnya hanya untuk kepentingan energi sipil.

Menanggapi agresi AS-Israel, Iran meluncurkan serangan terhadap pangkalan militer AS dan Israel di kawasan Timur Tengah, termasuk di Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Iran juga mundur dari pembicaraan pembatasan program nuklir serta memblokade Selat Hormuz, jalur maritim yang dilewati 20 persen pelayaran energi global.

Blokade Iran terhadap Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak global dan kekhawatiran krisis energi.

Pada hari ke-40 perang, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu dan dimulai pada 7 April lalu.

Pembicaraan yang ditengahi Pakistan itu kemudian berlanjut ke pertemuan delegasi Iran dan AS di Islamabad pada 11 April 2026.

Namun, pertemuan itu tidak menghasilkan keputusan yang dapat mengakhiri perang.

Trump kemudian mengancam bahwa AS akan memblokade kapal terkait Iran yang melintasi di Selat Hormuz, sementara Iran menyebut ancaman tersebut sama seperti pembajakan dan tindakan ilegal.

Selain itu, setidaknya 1.900 orang dilaporkan tewas dalam perang AS-Israel dan Iran, seperti diberitakan Al Jazeera.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas