Trump Beri Sinyal Damai, Apakah AS dan Iran Bakal Benar-benar Hentikan Perang?
Presiden AS, Donald Trump memberikan sinyal perdamaian dengan Iran. Bahkan, Trump menyebut pembicaraan damai berlangsung akhir pekan ini.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Presiden AS, Donald Trump telah menebar sinyal optimisme terkait penghentian perang dengan Iran.
- Bahkan, Trump mengungkapkan bahwa perundingan putaran kedua antara AS dengan Iran akan digelar pada akhir pekan ini di Islamabad, Pakistan.
- Tak hanya itu, Trump menyatakan kesediaannya untuk hadir langsung di Pakistan jika draf kesepakatan permanen sudah siap ditandatangani.
- Namun, pertanyaannya adalah apakah penghentian perang antara AS dengan Iran bakal benar-benar terjadi?
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menebar optimisme terkait penyelesaian konflik dengan Iran.
Trump mengungkapkan bahwa putaran kedua perundingan antara Washington dan Teheran kemungkinan besar akan digelar pada akhir pekan ini di Islamabad, Pakistan.
Langkah ini dilakukan menyusul buntunya negosiasi pekan lalu yang belum berhasil mencapai kesepakatan damai permanen.
Trump berharap kedua negara tidak perlu lagi memperpanjang masa gencatan senjata sementara yang akan kedaluwarsa pada 21 April mendatang.
"Iran ingin berdamai, dan hubungan kami dengan mereka saat ini berjalan sangat baik," ujar Trump kepada awak media di halaman Gedung Putih, Kamis (16/4/2026) waktu setempat, mengutip The Times of Israel.
Saking optimisnya, Trump menyatakan kesediaannya untuk hadir langsung di Pakistan jika draf kesepakatan permanen sudah siap ditandatangani.
"Jika penandatanganan dilakukan di Islamabad, saya mungkin akan hadir di sana. Mereka menginginkan kehadiran saya," imbuhnya.
Meski nada bicaranya melunak, Trump mengeklaim bahwa keberhasilan membawa Iran ke meja perundingan adalah hasil dari tekanan militer dan ekonomi yang konsisten.
Ia merujuk pada aksi pengeboman selama empat minggu terakhir serta blokade ketat di Selat Hormuz yang melumpuhkan jalur logistik Iran.
Namun, pertanyaannya adalah apakah AS dan Iran bakal benar-benar akan menghentikan perang?
Baca juga: AS Pertimbangkan Putaran Kedua Pembicaraan dengan Iran
Mojtaba Khamenei Skeptis
Pemimpin Republik Islam Iran, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa tidak ada gencatan senjata yang benar-benar terjadi antara Iran dan AS.
Menurutnya, situasi di medan tempur saat ini hanyalah "jeda sesaat" dan bukan sebuah kesepakatan damai yang permanen.
Khamenei menyoroti serangkaian pelanggaran yang dilakukan pihak lawan tak lama setelah pengumuman gencatan senjata beredar.
Ia menunjuk serangan udara di Beirut serta gempuran terhadap fasilitas strategis Iran di wilayah Lavan dan Siri sebagai bukti nyata bahwa komitmen damai tersebut tidak dihormati.
"Sejak jam pertama (pengumuman), pihak lawan sudah melanggarnya. Belum lagi blokade laut Amerika Serikat yang mulai berlaku Senin ini."
Baca tanpa iklan