Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Indonesia-Malaysia Berburu Minyak ke Rusia, tapi Emas Hitam Moskow Jadi Target Serangan Ukraina

Indonesia-Malaysia lirik minyak Rusia di tengah krisis global, serangan Ukraina tambah risiko energi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Indonesia dan Malaysia melirik Rusia untuk pasokan energi di tengah krisis global.
  •  Pemerintah RI menegaskan impor minyak dan LPG dari Rusia demi ketahanan energi, sementara Malaysia melalui PETRONAS siap negosiasi langsung. 
  • Namun, serangan Ukraina ke kilang minyak Rusia menambah risiko jalur pasokan “emas hitam”.

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia dan Malaysia kini menoleh ke Rusia untuk mengamankan pasokan energi, di tengah ketidakpastian global akibat perang.

Namun, langkah ini beriringan dengan risiko besar, di mana serangan Ukraina terhadap infrastruktur minyak yang disebut sebagai “emas hitam” dunia, menjadikan jalur energi semakin rapuh dan penuh ancaman.

Indonesia-Malaysia Berburu Minyak ke Rusia

Pemerintah Indonesia mulai melirik pasokan minyak mentah dari Rusia sebagai langkah strategis untuk menutup defisit energi nasional yang semakin lebar di tengah ketidakpastian global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membatasi sumber impor minyak hanya dari negara tertentu, selama memberikan keuntungan bagi kepentingan nasional.

“Kita masih impor kurang lebih sekitar 1 juta barel per hari. Di tengah kondisi global seperti ini, kita harus mencari sumber dari berbagai negara,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Saat ini, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Namun, produksi dalam negeri baru berada di kisaran 600 ribu barel per hari, sehingga Indonesia masih bergantung pada impor dalam jumlah besar.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Bahlil, kebutuhan minyak mentah Indonesia setiap tahun mencapai sekitar 300 juta barel. Oleh karena itu, pemerintah akan mengambil langkah pragmatis dengan membeli dari negara mana pun yang memberikan nilai terbaik.

“Semua kita ambil, mana yang menguntungkan untuk negara, itu yang kita lakukan,” tegasnya.

Baca juga: Ketum TP PKK Tri Tito Karnavian Apresiasi Produk Minyak Kemiri Unggulan dari Belu

Selain minyak mentah, pemerintah juga tengah menjajaki impor LPG dari Rusia sebagai bagian dari diversifikasi sumber energi. Kebutuhan LPG nasional pada 2026 diperkirakan mencapai 10 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 1,6 juta ton.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Bahlil menegaskan bahwa kerja sama dengan Rusia tidak akan mengganggu hubungan Indonesia dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat. Pemerintah tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif.

“Dalam politik bebas aktif, kita juga menerapkan ekonomi bebas aktif. Artinya, kita bisa bekerja sama dengan siapa saja selama menguntungkan dan tetap menjaga komitmen dengan mitra lain,” jelasnya.

Lebih jauh, kerja sama Indonesia dengan Rusia tidak hanya mencakup pembelian minyak mentah, tetapi juga membuka peluang pembangunan infrastruktur energi seperti kilang dan fasilitas penyimpanan strategis.

Minyak mentah dari Rusia bahkan ditargetkan mulai masuk ke Indonesia pada April 2026, meski volume dan skema harga masih dalam tahap pembahasan bisnis antarperusahaan.

Langkah agresif ini menandai perubahan pendekatan Indonesia dalam mengamankan pasokan energi—lebih fleksibel, pragmatis, dan berorientasi pada kepentingan nasional di tengah lanskap global yang kian dinamis.

Isu Diskon Minyak Rusia ke Indonesia Disorot

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas