Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.518, AS Tetap Longgarkan Sanksi Minyak, Kremlin Sumringah
AS memperpanjang pelonggaran sanksi minyak Rusia, Kremlin sambut keputusan itu dan menyebut dunia tak bisa mengabaikan minyak Rusia di tengah krisis.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Garudea Prabawati
Data dari Badan Energi Internasional menunjukkan bahwa pendapatan Rusia dari ekspor minyak melonjak tajam hingga 19 miliar dolar AS pada Maret, naik drastis dibandingkan Februari yang hanya sekitar 9,75 miliar dolar AS.
Lonjakan ini menunjukkan betapa besarnya dampak kebijakan energi global terhadap perekonomian Rusia, menurut laporan Moscow Times.
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang Rusia dan Ukraina secara resmi dimulai pada 24 Februari 2022 ketika Rusia melancarkan invasi besar-besaran. Namun, konflik ini sebenarnya sudah berakar sejak lama, terutama karena Ukraina semakin mendekat ke negara-negara Barat seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang dianggap mengancam kepentingan Rusia.
Ketegangan meningkat sejak Revolusi Maidan tahun 2014 yang mengubah arah politik Ukraina menjadi lebih pro-Barat. Sebagai reaksi, Rusia mencaplok Krimea dan konflik bersenjata terjadi di wilayah Donbas antara Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.
Pada 2022, Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi militer dengan alasan melindungi warga berbahasa Rusia dan mencegah perluasan NATO. Namun, langkah ini mendapat kecaman luas dari banyak negara di dunia.
Sebagai balasan, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia serta memberikan bantuan militer dan keuangan kepada Ukraina. Hingga saat ini, perang masih berlangsung dan berdampak besar pada ekonomi global serta stabilitas dunia, sementara upaya perdamaian masih terus menghadapi berbagai tantangan.
Berikut ini perkembangan perang Rusia dan Ukraina yang dirangkum dari berbagai sumber:
-
Pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina Segera Dicairkan
Negara-negara Uni Eropa akan mulai mencairkan pinjaman sebesar €90 miliar untuk Ukraina pada hari Rabu.
Keputusan ini terjadi setelah melemahnya posisi Viktor Orbán di Hongaria usai kekalahan pemilu.
Perdana menteri sementara tersebut sebelumnya menghambat pinjaman, namun akan digantikan oleh Peter Magyar yang berkomitmen memperbaiki hubungan dengan Uni Eropa dan mengkritik kedekatan Orbán dengan Rusia, dikutip dari The Guardian.
-
Hongaria Siap Cabut Penolakan Pinjaman Ukraina
Perdana menteri Hongaria yang kalah dalam pemilu, Viktor Orbán, menyatakan bahwa Hongaria akan mencabut keberatannya terhadap pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina.
Hal ini menyusul sinyal dari Ukraina melalui Brussel bahwa pengiriman minyak ke Hongaria melalui pipa Druzhba akan dipulihkan.
-
Harapan Baru Dukungan Uni Eropa untuk Ukraina
Viktor Orbán menyebut bahwa pemulihan aliran minyak akan membuat Hongaria tidak lagi menghalangi pinjaman tersebut, meski sebelumnya ia kerap menghambat dukungan bagi Ukraina.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai kepergian Viktor Orbán dari kepemimpinan Hongaria membuka peluang besar bagi kemajuan dan pelaksanaan pinjaman Uni Eropa.
"Kita dapat cukup optimis tentang kemajuan dan implementasi yang baik dari pinjaman Uni Eropa," kata Macron.
-
Jerman Tegas Hadapi Ancaman Rusia
Baca tanpa iklan