Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.518, AS Tetap Longgarkan Sanksi Minyak, Kremlin Sumringah
AS memperpanjang pelonggaran sanksi minyak Rusia, Kremlin sambut keputusan itu dan menyebut dunia tak bisa mengabaikan minyak Rusia di tengah krisis.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Garudea Prabawati
Pemerintah Jerman memanggil duta besar Rusia terkait dugaan ancaman langsung terhadap target di wilayahnya.
Berlin menilai ancaman ini sebagai upaya melemahkan dukungan terhadap Ukraina dan menegaskan tidak akan gentar menghadapi tekanan tersebut.
"Ancaman tersebut merupakan upaya untuk melemahkan dukungan kami terhadap Ukraina dan menguji persatuan kami," kata Kementerian Luar Negeri Jerman.
"Tanggapan kami jelas: kami tidak akan terintimidasi. Ancaman semacam itu dan semua bentuk spionase di Jerman sama sekali tidak dapat diterima," tegasnya.
-
Rusia Soroti Perusahaan Jerman Terkait UAV Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia merilis daftar perusahaan, termasuk tiga dari Jerman, yang dituding memasok drone ke Ukraina.
Rusia memberi sinyal bahwa perusahaan-perusahaan tersebut bisa menjadi target, sebagai bagian dari daftar lebih luas berisi 21 entitas terkait industri pertahanan Ukraina.
“Masyarakat Eropa tidak hanya harus memahami dengan jelas penyebab mendasar dari ancaman terhadap keselamatan mereka, tetapi juga mengetahui alamat, serta lokasi perusahaan 'Ukraina' dan 'gabungan' yang memproduksi UAV dan komponennya untuk Ukraina di negara mereka,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.
-
Rusia Tangkap Warga Jerman Terkait Dugaan Aksi Teror
Otoritas Rusia mengumumkan penangkapan seorang perempuan asal Jerman yang diduga terlibat rencana peledakan fasilitas layanan.
Ia ditangkap di Pyatigorsk dengan membawa bahan peledak, sementara pemerintah Jerman memilih tidak memberikan komentar lebih lanjut.
-
Korban Penembakan Massal di Kyiv Bertambah
Jumlah korban tewas dalam penembakan massal di Kyiv meningkat menjadi tujuh orang setelah satu korban meninggal di rumah sakit.
Pelaku, seorang pria kelahiran Rusia, menembaki warga sebelum menyandera orang di supermarket dan akhirnya ditembak mati oleh polisi.
-
Europol Lacak Anak Ukraina yang Dideportasi
Europol berhasil mengidentifikasi 45 anak Ukraina yang diduga dipindahkan secara paksa ke Rusia melalui sebuah kegiatan hackathon.
Badan penegak hukum Uni Eropa, Europol, mengatakan upaya ini melibatkan 40 penyelidik dari 18 negara yang menggunakan intelijen sumber terbuka (Osint) untuk menelusuri keberadaan anak-anak tersebut.
-
ICC Keluarkan Surat Penangkapan Terkait Penculikan Anak
Informasi tentang 45 anak yang ditemukan telah diserahkan kepada otoritas Ukraina untuk penyelidikan lanjutan.
Sebagian anak diketahui diadopsi oleh warga Rusia atau ditempatkan di institusi tertentu.
Baca tanpa iklan