Ukraina Cetak Rekor: 33.000 Drone Rusia Ditembak Jatuh dalam Sebulan
Ukraina mencatat rekor baru dengan menembak jatuh lebih dari 33.000 drone Rusia hanya dalam bulan Maret
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Ukraina mencatat rekor baru dengan menembak jatuh lebih dari 33.000 drone Rusia hanya dalam bulan Maret, seiring pembentukan komando udara baru khusus drone pencegat.
- Di sisi ofensif, jangkauan serangan jauh Ukraina kini mencapai 1.750 km, lebih dari dua kali lipat dibanding awal invasi.
- Teknologi drone Ukraina pun semakin diminati negara-negara Timur Tengah dan Teluk.
TRIBUNNEWS.COM - Ukraina menggunakan sistem pencegat untuk menembak jatuh lebih dari 33.000 drone Rusia berbagai jenis pada Maret, rekor bulanan tertinggi sejak Moskow melancarkan invasi habis-habisan lebih dari empat tahun lalu, demikian klaim Menteri Pertahanan Ukraina.
Mengutip Associated Press, sementara itu, drone serangan jarak jauh buatan dalam negeri Ukraina menghantam kilang minyak dan terminal Rusia di Laut Hitam untuk ketiga kalinya dalam kurang dari dua minggu, memicu evakuasi warga setempat dan peringatan Rusia tentang kemungkinan "dampak lingkungan."
Ukraina telah mengembangkan teknologi drone mutakhir dan teruji tempur yang terbukti krusial dalam menahan laju tentara Rusia yang lebih besar, dan telah menarik minat militer dari seluruh dunia.
Drone pencegat sebagai bagian dari sistem pertahanan udara komprehensif kini tengah dicari oleh negara-negara Timur Tengah dan Teluk di tengah perang Iran, menurut pejabat Ukraina.
Ukraina tengah meningkatkan pasokan drone pencegat untuk menggagalkan serangan udara Rusia, dan militernya telah membentuk komando baru dalam angkatan udara guna meningkatkan kemampuan negara tersebut, kata Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov dalam unggahan di Telegram pada Senin malam.
Baca juga: Rudal S-71K Kover Ubah Strategi Serangan Udara Rusia di Ukraina, Adaptasi Hadapi Pertahanan Patriot
Ukraina: Jangkauan Serangan Jauh Terus Meningkat
Kemampuan ofensif Ukraina juga meningkat, dengan Kementerian Pertahanan menyatakan pada Selasa bahwa kekuatan negara itu telah melipatgandakan lebih dari dua kali jangkauan serangan jauh mereka sejak invasi Rusia pada Februari 2022.
Pada saat itu, pasukan Ukraina mampu menghantam sasaran militer sekitar 630 kilometer jauhnya. Kini mereka mampu menyerang sasaran sejauh sekitar 1.750 kilometer di balik garis musuh, demikian pernyataan kementerian tersebut.
Peningkatan ini memungkinkan Ukraina menyerang instalasi minyak Rusia yang menjadi sumber pendapatan penting bagi upaya perang Moskow. Ukraina juga telah menyasar pabrik-pabrik manufaktur yang memasok angkatan bersenjata Rusia.
Kilang Minyak Rusia Diserang
Ukraina menyerang kilang minyak Rusia di pelabuhan Laut Hitam Tuapse untuk ketiga kalinya bulan ini dalam operasi terkoordinasi yang melibatkan berbagai cabang layanan pertahanan dan keamanan negara, demikian disampaikan Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina pada Selasa.
Dua serangan sebelumnya bulan ini menghancurkan 24 tangki penyimpanan minyak dan merusak empat lainnya. Verifikasi independen atas klaim tersebut tidak dapat dilakukan.
Video dari Tuapse yang dirilis Selasa oleh Gubernur wilayah Krasnodar Veniamin Kondratyev memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membubung dari kilang tersebut dan genangan hitam beruap di jalan yang berdampingan. Seorang pejabat darurat melaporkan kepada gubernur bahwa produk minyak mendidih tumpah ke jalan dari salah satu tangki, merusak beberapa kendaraan.
Warga yang tinggal di dekat kilang Tuapse sedang dievakuasi, kata Kondratyev, tanpa merinci berapa orang yang dievakuasi atau untuk berapa lama.
Menanggapi serangan di Tuapse, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan serangan itu bisa "menimbulkan dampak lingkungan yang serius," dilaporkan kantor berita Rusia Interfax. Putin juga menyebut bahwa Kondratyev melaporkan tidak ada ancaman serius di Tuapse dan warga sedang "menangani tantangan yang mereka hadapi di lapangan."
Kedua Pihak Lancarkan Serangan Drone
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pada Selasa bahwa pertahanan udaranya semalam mencegat 186 drone Ukraina di atas wilayah Rusia, Krimea yang dicaplok, serta Laut Hitam dan Laut Azov.
Di wilayah Belgorod yang berbatasan dengan Ukraina, tiga orang tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan drone, kata Gubernur Vyacheslav Gladkov.
Baca tanpa iklan