Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gencatan Senjata Dilanggar, Serangan Israel di Lebanon Selatan Terus Berlanjut

Meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak 17 April, serangan militer Israel di Lebanon selatan masih terjadi,

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Gencatan Senjata Dilanggar, Serangan Israel di Lebanon Selatan Terus Berlanjut
Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic
KERUSAKAN DI LEBANON - Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic 9 April 2026 memperlihatkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel di daerah Ain al-Mreisseh di Beirut, Lebanon. 

 

Ringkasan Berita:
  • Serangan Israel tetap berlangsung pasca-gencatan senjata, menewaskan warga sipil termasuk anak-anak dan seorang tentara Lebanon.
  • Hizbullah meningkatkan serangan drone kecil yang sulit dideteksi, memberi tekanan besar pada pasukan Israel.
  • Israel mempercepat strategi militer, termasuk mempersingkat pendaratan helikopter dan meningkatkan perlengkapan tempur.
 

 

TRIBUNNEWS.COM - Situasi di Lebanon selatan kembali memanas meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak 17 April.

Serangan militer Israel dilaporkan terus berlangsung di berbagai wilayah, memicu korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.

Menurut kantor berita resmi Lebanon, serangan udara dan drone Israel menargetkan sejumlah kota seperti Kafre, Tayri, serta wilayah antara Qalawai dan Burj Qalawai di distrik Bint Jbeil, Nabatiyeh.

Meski beberapa serangan tidak menimbulkan korban jiwa, intensitas operasi militer tetap tinggi di luar wilayah pendudukan Israel.

Insiden paling fatal terjadi ketika sebuah sepeda motor di Khirbet Silm menjadi sasaran serangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Serangan ini menewaskan dua orang, termasuk seorang tentara Lebanon

Selain itu, serangan terhadap sebuah bangunan di kota Jibshit menewaskan lima orang dari satu keluarga.

Termasuk seorang anak.

Di sisi lain, kelompok Hizbullah meningkatkan penggunaan drone kecil dalam serangan mereka.

Teknologi ini dinilai sulit dideteksi dan mampu menyerang secara cepat.

"Mereka menunggu di udara atau di atap rumah. Begitu ada pergerakan, mereka menukik ke arah tentara. Mereka sangat sulit dideteksi; ukurannya kecil, senyap, dan cepat," kata seorang tentara Israel menggambarkan situasi tersebut.

Tekanan dari serangan drone ini mendorong Israel menyesuaikan taktik militernya.

Dalam pembahasan di parlemen Israel (Knesset), diputuskan untuk meningkatkan persenjataan individu tentara serta mempersingkat waktu pendaratan helikopter guna mengurangi risiko serangan saat evakuasi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas