Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penerimaan Pekerja Asing Dihentikan Mendadak, Industri Restoran Jepang Bingung

Jepang hentikan pekerja asing sektor restoran karena kuota penuh. Industri terpukul, rekrutmen batal, dan kekurangan tenaga kerja kian parah

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Penerimaan Pekerja Asing Dihentikan Mendadak, Industri Restoran Jepang Bingung
Tribunnews.com/ISTIMEWA
INDUSTRI F&B JEPANG - Waroeng Dermayon milik Yadi Mulyadi di prefektur Aichi Jepang, anggota WAG Restoran Food&Beverages. Kebijakan mendadak pemerintah Jepang menghentikan sementara penerimaan pekerja asing melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) kategori 1 di sektor restoran memicu kekhawatiran luas di kalangan pelaku industri. Langkah ini dinilai semakin memperparah krisis kekurangan tenaga kerja yang sudah lama membayangi sektor makanan dan minuman. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Jepang menghentikan sementara penerimaan pekerja asing skema SSW sektor restoran setelah kuota 50.000 orang terpenuhi 
  • Kebijakan mendadak ini memicu krisis tenaga kerja dan pembatalan rekrutmen, termasuk kandidat dari Indonesia 
  • Pelaku industri menilai langkah ini merugikan dan berpotensi merusak reputasi Jepang

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Kebijakan mendadak pemerintah Jepang menghentikan sementara penerimaan pekerja asing melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) kategori 1 di sektor restoran memicu kekhawatiran luas di kalangan pelaku industri.

Langkah ini dinilai semakin memperparah krisis kekurangan tenaga kerja yang sudah lama membayangi sektor makanan dan minuman.

"Penghentian ini dilakukan setelah jumlah pekerja asing di sektor restoran diperkirakan mencapai batas maksimal 50.000 orang," ungkap sumber Tribunnews.com di pemerintahan hari Senin (4/5/2026).

 Sejak 13 April, pemerintah melalui otoritas imigrasi menghentikan penerbitan sertifikat kelayakan (Certificate of Eligibility/COE) untuk pekerja baru di sektor restoran tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Dampaknya langsung terasa di lapangan. Sejumlah perusahaan terpaksa membatalkan perekrutan tenaga kerja asing yang sebelumnya sudah direncanakan. 

Baca juga: China: Jepang Harus Dicegah Jangan Sampai Miliki Senjata Nuklir

"Penghentian itu karena Quota telah penuh saat ini. Mungkin tahun depan akan dibuka kembali," lanjutnya.

Salah satunya adalah perusahaan restoran di Sapporo yang harus membatalkan dua kandidat asal Indonesia yang telah diterima bekerja.

“Kami sudah memberikan penawaran kerja sejak akhir Februari, tetapi setelah pengumuman pemerintah pada akhir Maret, kami terpaksa membatalkannya. Mereka sudah belajar bahasa Jepang selama enam bulan demi bekerja di Jepang, dan tentu sangat terpukul,” ujar perwakilan perusahaan.

Pelaku industri mengaku keputusan tersebut terlalu mendadak dan membuat perencanaan tenaga kerja berantakan.

Posisi dapur, khususnya, dikenal sulit diisi karena membutuhkan minat dan keterampilan khusus, sehingga kehilangan tenaga kerja asing menjadi pukulan besar.

Sementara itu, perusahaan besar seperti operator jaringan izakaya ternama menyatakan dampak jangka pendek masih terbatas.

Namun mereka mengakui bahwa dalam jangka panjang, ekspansi usaha bisa terhambat jika kekurangan tenaga kerja terus berlanjut.

Kebijakan ini juga berdampak pada perusahaan penyalur tenaga kerja asing.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas