Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Apa Itu Hantavirus, Infeksi yang Menewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar?

Tiga penumpang kapal pesiar meninggal dunia akibat dugaan wabah hantavirus di Samudra Atlantik.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan

Terdapat dua garis keturunan utama hantavirus, yaitu hantavirus dunia lama dan hantavirus dunia baru.

Hantavirus dunia lama ditemukan di Eropa dan Asia, termasuk virus Puumala, virus Hantaan, dan virus Seoul.

Pada manusia, virus ini biasanya menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS), yang menyerang ginjal, dengan gejala seperti sakit kepala hebat, nyeri punggung dan perut, demam, serta potensi kerusakan ginjal.

Hantavirus dunia baru ditemukan di Amerika dan umumnya menyebabkan sindrom paru hantavirus.

Jenis yang paling umum di Amerika Selatan adalah virus Andes, yang terutama disebarkan oleh tikus padi kerdil berekor panjang.

Hantavirus memiliki masa inkubasi yang cukup panjang, yaitu antara satu hingga delapan minggu.

Gejala

Mengutip NBC News, di AS, infeksi hantavirus sering menyebabkan kelelahan, demam, dan nyeri otot, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Rekomendasi Untuk Anda

Pada sebagian kasus, yang dikenal sebagai sindrom paru hantavirus (HPS), penderita dapat mengalami sakit kepala, pusing, menggigil, serta gangguan pencernaan.

“Pada awalnya, tidak ada gejala spesifik yang menunjukkan seseorang terinfeksi hantavirus. Gejalanya dapat menyerupai Covid-19, influenza, atau infeksi berat lainnya,” kata Dr. Jeff Duchin, mantan pejabat kesehatan masyarakat di Seattle.

Dr. Scott Roberts, asisten profesor di Yale School of Medicine, mengatakan gejala dapat muncul hingga delapan minggu setelah terpapar.

“Sangat mungkin kasus ini tidak terdeteksi,” ujarnya.

Dalam kasus yang parah, hantavirus dapat menyerang paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan serius.

Gejalanya meliputi batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.

“Penyakit paru-paru yang fatal dan berkembang pesat ini dapat muncul sangat cepat, bahkan dalam hitungan jam,” kata Duchin.

Pada tahap lanjut, penyakit ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dan kebocoran pembuluh darah.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas