Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bersiap Perang, Iran Mobilisasi Kekuatan Militer, Kapal Perang AS Dirudal Hendak Tembus Selat Hormuz

Kapal itu "melarikan diri" menurut Kantor Berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Bersiap Perang, Iran Mobilisasi Kekuatan Militer, Kapal Perang AS Dirudal Hendak Tembus Selat Hormuz
khaberni/tangkap layar
RUDAL BALISTIK - Tangkapan layar video yang dirilis militer Iran pada Rabu (18/6/2025) sebelum perang dengan AS. Kini Iran dikabarkan siap-siap untuk perang lagi dengan AS. 

Berita terbaru perang di Timur Tengah pagi ini

  • Gencatan senjata dalam tekanan: Gencatan senjata antara AS dan Iran sedang diuji setelah kedua pihak melepaskan tembakan di Selat Hormuz.
  • Tembakan rudal: Uni Emirat Arab, sekutu AS di Timur Tengah, mengatakan bahwa pertahanan udaranya "menembak" 19 rudal dan drone Iran dan bahwa serangan drone menyebabkan kebakaran di pelabuhan minyak di wilayah Fujairah.
  • Tembak kapal AS : Iran mengatakan pihaknya menembakkan rudal ke kapal perang AS untuk mencegahnya memasuki Selat Hormuz.
  • Ancaman AS: Trump juga memperingatkan pasukan Iran bahwa mereka akan "dihancurkan hingga lenyap dari muka bumi" jika mereka mencoba menargetkan kapal-kapal AS di selat atau Teluk Persia.
  • Dampak pada perekonomian: Harga minyak naik dan harga saham turun karena kekhawatiran tentang keselamatan kapal pengangkut minyak di Selat Hormuz.  Harga bensin rata-rata di AS bisa mencapai $5 per galon jika selat tersebut tetap ditutup, kata seorang ahli pasar minyak kepada CNN.
  • Persiapan perang di Iran: Persiapan perang sedang berlangsung di Iran seiring meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dengan AS, dilansir Al Jazeera
     

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN -  Militer Iran beberapa jam yang lalu menembakkan dua rudal ke sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) yang mencoba melintasi Selat Hormuz setelah kapal itu diperingatkan terlebih dahulu.

Kapal perang yang tidak disebutkan namanya itu terpaksa mundur menjauh dari dekat pelabuhan Jask di Iran pada  Senin (4/5/2026) waktu setempat.

Kapal itu "melarikan diri" menurut Kantor Berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Militer AS membantah bahwa salah satu kapalnya telah terkena serangan.

Laporan dari Fars tersebut muncul beberapa jam setelah kepala komando militer gabungan Iran memperingatkan pasukan AS bahwa mereka akan diserang jika memasuki Selat Hormuz.

Mayor Jenderal Ali Abdollahi mengatakan angkatan bersenjata Iran di bawah komandonya akan "menjaga dan mengelola keamanan Selat Hormuz dengan sekuat tenaga".

Rekomendasi Untuk Anda

Ini sebagai tanggapan atas pengumuman Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu bahwa AS akan "membimbing" kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz.

Mobilisasi Kekuatan Militer

Ketegangan terbaru ini muncul ketika otoritas Iran memobilisasi kekuatan militer bersiap menghadapi konflik baru.

Sementara Iran terus bertukar 'proposal perdamaian" dengan bernegosiasi dengan AS di tengah upaya untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari itu.

Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Senin mengkonfirmasi bahwa sedang meninjau naskah terbaru dari AS yang disampaikan melalui Pakistan, tetapi mendesak pendekatan yang lebih "realistis" dari Trump.

Juru Bicara Pemerintah Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kepada wartawan pihaknya tidak akan membicarakan "apa pun kecuali pengakhiran perang sepenuhnya pada tahap ini".

Di sisi lain Oritas Iran berupaya membangun kembali kemampuan rudal dan drone mereka jika perang kembali pecah.

Militer Iran juga menggali kembali pintu masuk  pangkalan militer bawah tanah yang dibom AS beberapa waktu lalu.

Ini adalah pangkalan  yang menyimpan amunisi dan peralatan militer lengkap.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas