Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Plin-plan Lagi! Sempat Mau Lancarkan Operasi di Selat Hormuz, Kini Menundanya

Presiden AS, Donald Trump kembali plin-plan dalam mengambil keputusan. Sempat mau melancarkan operasi di Selat Hormuz, kini menundanya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali menunjukkan sikap plin-plan dalam mengambil keputusan soal perang Iran.
  • Terbaru, Trump mengungkapkan bahwa ia telah memerintahkan untuk menunda misi Project Freedom di Selat Hormuz.
  • Padahal sebelumnya, Trump menyebut akan melaksanakan misi Project Freedom di Selat Hormuz yang bertujuan untuk mengevakuasi ribuan pelaut.

TRIBUNNEWS.COM - Sikap plin-plan dalam mengambil keputusan kembali ditunjukkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Sebelumnya, Trump mengancam Iran akan melaksanakan Project Freedom di Selat Hormuz.

Tujuannya adalah mengevakuasi ribuan pelaut sipil dan membuka kembali Selat Hormuz yang sempat lumpuh akibat konflik dengan Iran.

Namun, kini Trump mengambil sikap yang bertentangan dengan pernyataan sebelumnya.

Trump mengatakan pada hari Selasa (5/5/2026), bahwa ia menangguhkan operasi militer AS di Selat Hormuz.

Menurut pengakuan Trump, penundaan ini dilakukan karena ia melihat adanya kemajuan dalam negosiasi dengan Iran.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya rasa ini akan berakhir sangat cepat," ucap Trump di hadapan media di Gedung Putih, mengutip Axios.

Trump sesumbar bahwa strategi militer agresif yang ia terapkan telah membuat posisi Teheran terpojok.

Ia mengklaim bahwa Iran kini tidak punya pilihan lain selain menyerah dan bernegosiasi.

"Mereka ingin membuat kesepakatan. Mereka harus melakukannya."

"Kalau tidak, tidak akan ada lagi yang tersisa untuk dibicarakan," tegasnya.

Baca juga: 20.000 Pelaut Terdampar di Selat Hormuz, Hidup Berhari-hari di Atas Kapal

Operasi Project Freedom

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menegaskan bahwa kehadiran militer di Selat Hormuz adalah bentuk pertahanan diri.

Rubio menyatakan bahwa operasi militer besar yang sebelumnya dilancarkan AS terhadap Iran, "Operasi Epic Fury", kini telah resmi berakhir.

Menurutnya, AS telah mencapai target-target strategisnya dan kini fokus pada misi kemanusiaan serta keamanan jalur perdagangan.

Kemudian, AS bakal melancarkan misi Project Freedom yang dilaksanakan di Selat Hormuz.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas