Di Balik Panel Surya: Eropa Khawatir Ketergantungan pada China Picu Krisis Listrik
Komisi Eropa melarang penggunaan dana publik Uni Eropa untuk membeli inverter surya China karena khawatir perangkat tersebut dapat dieksploitasi
Editor:
Tiara Shelavie
Berdasarkan langkah terbaru ini, dana Uni Eropa yang dikelola langsung oleh Komisi dan lembaga seperti Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan tidak lagi dapat digunakan untuk membeli inverter surya buatan China. Namun pembatasan ini tidak berlaku untuk pembelian langsung oleh negara-negara anggota Uni Eropa, dan inverter China yang sudah terpasang tetap boleh beroperasi.
"Ini adalah langkah ke arah yang benar," kata Westphal. "Tapi kami belum melarang inverter China dari pasar kami."
Bisakah Produsen Eropa Mengisi Kekosongan?
Saat ini, 80% sistem surya baru di Eropa mengandalkan inverter buatan China. Jika permintaan beralih dari pemasok China, produsen Eropa harus mengisi kesenjangan yang signifikan. Namun Podewils yakin produsen Eropa siap menghadapi tantangan ini.
"Kapasitas produksi dapat ditingkatkan dalam beberapa bulan saja hingga mencukupi kebutuhan," katanya.
Inverter buatan Eropa diperkirakan sedikit lebih mahal dibandingkan alternatif dari China — sekitar 2% lebih tinggi. Namun Podewils berpendapat biaya tambahan itu sepadan.
"Ini seperti biaya asuransi," katanya.
Baca tanpa iklan