Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Perluas Zona Operasi di Selat Hormuz, Kapal Perang AS Dipaksa Berbalik

Iran mengklaim telah memperluas ruang lingkup operasional di Selat Hormuz dan memperketat pengawasan terhadap pergerakan militer asing.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Iran Perluas Zona Operasi di Selat Hormuz, Kapal Perang AS Dipaksa Berbalik
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
OPERASI KEBEBASAN - Tangkap layar Khaberni, Senin (4/5/2025) menunjukkan kapal perang Amerika Serikat (AS), di perairan sekitar Selat Hormuz. Iran mengklaim telah memperluas ruang lingkup operasional di Selat Hormuz dan memperketat pengawasan terhadap pergerakan militer asing. 

Ringkasan Berita:
  • Iran memperluas zona operasional Selat Hormuz menjadi kawasan strategis yang lebih luas.
  • Iran mengklaim kapal fregat Amerika Serikat dipaksa berbalik setelah ditembak peringatan.
  • Ketua Parlemen Iran memperingatkan Teheran siap memberi “respons hukuman” atas setiap agresi.

 

TRIBUNNEWS.COM - Iran menyatakan telah secara signifikan memperluas cakupan operasional Selat Hormuz, sebagai bagian dari strategi baru pengamanan kawasan strategis tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Mohammad Akbarzadeh, asisten politik Komandan Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam.

Menurut Akbarzadeh, wilayah operasional kini mencakup area yang membentang dari pantai Jask dan Sirri hingga ke luar pulau-pulau besar di sekitar Selat Hormuz.

Ia menyebut kawasan itu kini diperlakukan sebagai zona strategis dengan cakupan pengawasan yang lebih luas dibanding sebelumnya.

“Selat Hormuz sebelumnya dianggap sebagai zona terbatas di sekitar pulau-pulau seperti Hormuz dan Hengam."

Rekomendasi Untuk Anda

"Kini zona itu telah diperluas menjadi wilayah operasional yang lebih besar,” ujarnya, mengutip Al Mayadeen, Selasa (12/5/2026).

Akbarzadeh juga mengklaim pasukan Iran baru-baru ini mendeteksi sebuah fregat (kapal perang) milik Amerika Serikat (AS) yang berusaha melintas di Selat Hormuz.

Ia mengatakan angkatan laut Iran melepaskan tembakan peringatan sehingga kapal perang tersebut mengubah arah.

Menurutnya, Iran terus memantau secara ketat seluruh pergerakan militer asing di kawasan dan tidak akan membiarkan adanya ancaman terhadap wilayah perairan maupun kepentingan nasionalnya.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Angkatan Bersenjata Iran siap memberikan “respons hukuman” terhadap setiap agresi terhadap Republik Islam.

Baca juga: Presiden Iran Masih Bersedia Negosiasi dengan AS, tetapi Tak Percaya Penuh

Dalam pernyataannya di platform X pada 11 Mei, Ghalibaf mengatakan Iran siap menghadapi semua opsi dan memperingatkan bahwa musuh-musuh Teheran akan terkejut dengan kemampuan respons Iran.

Ia juga menegaskan bahwa pengakuan terhadap hak-hak rakyat Iran menjadi satu-satunya jalan dalam kerangka negosiasi yang sedang berlangsung, sembari memperingatkan bahwa penundaan kesepakatan hanya akan meningkatkan biaya bagi AS.

Kapal Perang Kerajaan Inggris HMS Dragon Lakukan Misi di Selat Hormuz Iran

Pemerintah Inggris mengirim kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Dragon, ke Timur Tengah, disebut-sebut bersiap bergabung dalam misi multinasional pengamanan Selat Hormuz

Selat Hormuz diketahui menjadi salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak, gas, serta berbagai komoditas global lainnya, termasuk pupuk.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas