Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Xi Jinping Sambut “Historic Visit” Trump: AS dan China Harusnya Jadi Mitra Bukan Rival

Pemimpin China itu juga mengaitkan visi kebangkitan nasional China dengan slogan politik Trump “Make America Great Again”.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Xi Jinping Sambut “Historic Visit” Trump: AS dan China Harusnya Jadi Mitra Bukan Rival
Dok White House
AS DAN CHINA - Presiden AS Donald Trump menyapa Presiden Tiongkok Xi Jinping sebelum pertemuan bilateral di terminal Bandara Internasional Gimhae, Kamis, 30 Oktober 2025, di Busan, Korea Selatan. (Foto Resmi Gedung Putih 

Pernyataan tersebut tidak menyinggung isu Taiwan yang sebelumnya menjadi salah satu sumber ketegangan utama antara Washington dan Beijing.

Sebelumnya, Xi telah memperingatkan bahwa kesalahan dalam menangani isu Taiwan dapat memicu konflik antara China dan Amerika Serikat.

Fokus pada Stabilitas Hubungan Dua Kekuatan Dunia

Pertemuan Trump dan Xi berlangsung di tengah hubungan kedua negara yang selama beberapa tahun terakhir diwarnai perang dagang, persaingan teknologi, hingga ketegangan geopolitik di Asia-Pasifik.

Meski demikian, kedua pemimpin tampak berupaya menciptakan suasana dialog yang lebih stabil, terutama dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

Kunjungan Trump ke Beijing juga mendapat perhatian besar karena ia datang bersama sejumlah CEO perusahaan teknologi dan keuangan terbesar Amerika Serikat.

Makna di Balik Ucapan Xi Jinping

Pernyataan Xi Jinping menunjukkan bahwa Beijing ingin meredakan eskalasi persaingan dengan Amerika Serikat tanpa harus meninggalkan ambisi globalnya.

China sangat memahami bahwa konflik berkepanjangan dengan AS berisiko mengganggu pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan stabilitas kawasan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Karena itu, Beijing kini tampaknya lebih aktif mendorong narasi “kemitraan” dibanding konfrontasi terbuka.

Di sisi lain, pertemuan ini juga memperlihatkan realitas kalau hubungan AS-China sangat kompleks.

Kedua negara bersaing keras dalam teknologi, militer, dan geopolitik, tetapi pada saat yang sama saling bergantung secara ekonomi.

Absennya pembahasan terbuka soal Taiwan dalam pernyataan Gedung Putih menunjukkan kedua pihak kemungkinan sengaja menghindari isu paling sensitif demi menjaga momentum diplomasi.

Kunjungan Trump ke Beijing pada akhirnya bukan sekadar simbol diplomatik, melainkan bagian dari upaya menjaga keseimbangan hubungan dua kekuatan terbesar dunia di tengah meningkatnya ketidakpastian global.


 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas