Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Harga BBM Kenya Meroket Imbas Perang Iran, Demo Massal Lumpuhkan Kota hingga Tewaskan 4 Orang

Kenaikan tajam harga BBM di Kenya picu demo besar dan bentrokan maut setelah perang Iran mengguncang pasar minyak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Sedikitnya empat orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam demonstrasi besar menolak kenaikan harga BBM di Kenya.
  • Lonjakan harga dipicu gejolak pasar minyak global akibat perang Iran dan terganggunya jalur pasokan Teluk.
  • Aksi mogok transportasi massal melumpuhkan Nairobi dan sejumlah kota besar lainnya.

 

TRIBUNNEWS.COM - Gelombang protes besar mengguncang Kenya setelah harga bahan bakar melonjak tajam akibat dampak perang Iran yang memicu krisis energi global.

Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas dan lebih dari 30 lainnya luka-luka dalam bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan pada Senin (18/5/2026).

Al Jazeera melaporkan aksi demonstrasi terjadi di berbagai kota besar, termasuk Nairobi dan Mombasa, setelah pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar hingga lebih dari 20 persen dalam dua bulan terakhir.

Kenaikan itu memicu pemogokan nasional sektor transportasi umum yang langsung melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Jalan-jalan utama di Nairobi tampak lengang setelah operator bus dan angkutan umum menghentikan layanan mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Banyak warga terpaksa berjalan kaki menuju tempat kerja dan sekolah karena minimnya transportasi umum.

Di sejumlah titik, para demonstran membakar ban, memblokade jalan, dan melempari aparat dengan batu.

Polisi kemudian membubarkan massa menggunakan gas air mata.

“Kami kehilangan empat warga Kenya dalam kekerasan hari ini, yang juga menyebabkan lebih dari 30 orang terluka,” kata Menteri Dalam Negeri Kenya Kipchumba Murkomen dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

Murkomen juga menyebut sedikitnya 348 orang telah ditangkap selama aksi unjuk rasa berlangsung.

Imbas Perang Iran dan Krisis Minyak Dunia

Baca juga: Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru untuk Selat Hormuz

Pemerintah Kenya menyebut lonjakan harga BBM tidak lepas dari gejolak pasar energi global akibat perang Iran.

BBC melaporkan Kenya sangat bergantung pada impor bahan bakar dari kawasan Teluk yang distribusinya terganggu setelah konflik AS-Israel dengan Iran memicu penutupan efektif Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia.

Kementerian Energi Kenya membela keputusan menaikkan harga BBM dengan alasan pemerintah harus menyesuaikan harga dengan kondisi pasar internasional yang tidak stabil.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas