Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bertemu Xi Jinping di Beijing, Putin Sebut Rusia dan China Harus Melawan Semua Bentuk Bullying

Xi Jinping dan Vladimir Putin bertemu di Beijing dan menegaskan hubungan strategis China-Rusia semakin erat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Sementara itu, Vladimir Putin berterima kasih kepada Xi Jinping atas sambutan hangat di Beijing.

"China dan Rusia harus menentang semua bentuk bullying sepihak dan tindakan yang membalikkan sejarah," katanya.

Perlu dicatat bahwa Putin masih melanjutkan perang di Ukraina, konflik yang dimulai pada Februari 2022 melalui invasi skala penuh Rusia.

Putin juga menggemakan pernyataan Xi dengan mengatakan bahwa hubungan kedua negara telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Moskow siap untuk terus memasok energi ke Beijing," kata Putin, menambahkan bahwa terdapat potensi besar dalam proyek energi terbarukan bersama.

Dalam pernyataan bersama, kedua negara menegaskan komitmen untuk terus memperkuat persahabatan antarangkatan bersenjata dan memperluas latihan militer bersama.

Disebutkan pula bahwa akar penyebab perang di Ukraina perlu ditangani untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan.

Rekomendasi Untuk Anda

Rusia juga menghargai posisi objektif dan netral China terhadap konflik tersebut.

Hubungan Rusia dan China

Mengutip Al Jazeera, China dan Rusia telah lama menempati posisi yang rumit dalam sejarah masing-masing.

Dulu terikat oleh ideologi komunis dan penentangan bersama terhadap kapitalisme Barat, Uni Soviet dan China Maois kemudian menjadi rival sengit.

Ketegangan di sepanjang perbatasan sepanjang 4.300 kilometer bahkan sempat membawa kedua negara hampir berkonflik selama Perang Dingin.

Namun, perbatasan tersebut kini berubah dari kawasan penuh ketidakamanan menjadi jalur kerja sama strategis dan perdagangan.

Baik Xi maupun Putin bukan sosok yang sering melakukan perjalanan internasional.

Putin menjadi subjek surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait perang di Ukraina, sementara Xi jarang meninggalkan China kecuali untuk kunjungan kenegaraan yang telah direncanakan secara matang.

Meski demikian, kedua pemimpin telah berinvestasi besar dalam menjaga hubungan pribadi satu sama lain.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas