Pasukan Zionis Israel Kelelahan dan Kebingungan Berkepanjangan Hadapi Operasi Hizbullah
Pasukan Israel di Lebanon selatan yang disebut mengalami kelelahan, kebingungan, dan kemerosotan moral akibat operasi berkelanjutan dari Hizbullah.
Penulis:
garudea prabawati
Editor:
Tiara Shelavie
Ancaman tersebut bahkan disebut memaksa pasukan Israel menunda hingga membatalkan sejumlah operasi ofensif.
KAN juga melaporkan kemampuan pertahanan Israel dalam menghadapi drone masih dinilai belum memadai.
Data yang dibahas dalam evaluasi militer disebut jauh dari positif.
Terutama terkait penyediaan sistem dan sarana untuk mendeteksi serta mencegat drone peledak, mengutip Al Mayadeen, Selasa (19/5/2026).
Selain itu, laporan tersebut menyebut pasukan Israel hampir setiap hari mengalami korban tewas maupun luka-luka akibat serangan drone eksplosif yang menargetkan posisi mereka di Lebanon Selatan.
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya penggunaan drone pandangan orang pertama (FPV) dan amunisi berkeliaran oleh Hizbullah di front utara.
Para pejabat Israel sebelumnya juga berulang kali mengakui kesulitan dalam menghadapi jenis serangan tersebut.
Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, turut mengkritik keras pemerintah terkait penanganan ancaman drone.
Dalam pernyataannya yang dikutip Saluran 12 Israel, Bennett mempertanyakan lambannya respons pemerintah terhadap ancaman tersebut.
“Hampir seribu hari telah berlalu sejak perang dimulai, dan baru sekarang pemerintah ingat bahwa ada ancaman bernama drone peledak?” ujar Bennett.
Ia juga menyebut kondisi tersebut sebagai sesuatu yang “luar biasa”.
Dirinya juga menuding pemerintah gagal memberikan perhatian serius terhadap perlindungan pasukan di garis depan.
(Tribunnews.com/ Garudea Prabawati)