5 Populer Internasional: Profil Mahmoud Ahmadinejad - Netanyahu dan Trump Cekcok soal Iran
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Donald Trump disebut mempertimbangkan Mahmoud Ahmadinejad sebagai calon pemimpin Iran
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Sejak saat itu, Ahmadinejad belum terlihat di depan publik dan keberadaan serta kondisinya saat ini belum diketahui.
Namun, NY Post dalam artikel tertanggal 1 Maret 2026 melaporkan bahwa Mahmoud Ahmadinejad tewas dalam serangan Israel.
Bagaimana Ahmadinejad direkrut untuk terlibat dalam rencana perubahan rezim masih belum diketahui.
Meski demikian, The New York Times melaporkan bahwa perekrutannya merupakan bagian dari rencana bertahap Israel untuk menggulingkan pemerintahan teokratis Iran.
Beberapa pejabat Amerika dilaporkan skeptis terhadap upaya mengembalikan Ahmadinejad ke tampuk kekuasaan.
2. Beredar Video Aktivis Sumud Flotilla Dipaksa Sujud dan Tangan Terikat, Ini Kata Netanyahu
Beredar cuplikan video dari operasi intersep di Laut Mediterania memicu kecaman luas setelah memperlihatkan aktivis Global Sumud Flotila dipaksa sujud dengan tangan terikat.
Seperti diberitakan Kompas.tv pada Kamis (21/5/2026), rekaman video terbaru memperlihatkan para aktivis yang dilaporkan berasal dari Global Sumud Flotilla (GSF) berlutut di tanah dengan tangan terikat, dikelilingi aparat keamanan Israel.
Peristiwa ini terjadi setelah pasukan Israel mencegat hampir 50 kapal flotilla yang berlayar menuju Gaza di perairan internasional pada Senin (18/5/2026).
Ketegangan meningkat pada Rabu (20/5/2026) ketika Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, menghadapi ratusan aktivis flotilla Gaza yang ditahan di Pelabuhan Ashdod.
Rekaman memperlihatkan para tahanan dengan tangan diborgol berlutut di lantai saat Ben Gvir berjalan melewati mereka sambil mengibarkan bendera Israel.
Ia berteriak: “Mereka datang dengan penuh kebanggaan sebagai pahlawan besar. Lihat bagaimana mereka sekarang… bukan pahlawan, hanya pendukung teroris.”
Menteri Transportasi Israel, Miriam Regev, menuduh para tahanan mendukung “terorisme” dan menegaskan mereka pantas dipenjara.
“Tidak ada kaitannya sama sekali dengan bantuan kemanusiaan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa para aktivis akan dikirim kembali ke negara asal mereka.
Menurut GSF, lebih dari 420 peserta dari 40 negara telah ditahan dalam operasi tersebut.